Main Menu

Kementan: Bulog Berperan Serap Hasil Panen Secara Komersial

Fahrio Rizaldi A.
09-01-2018 20:03

Pekerja mengangkut karung berisi beras di salah satu gudang Bulog. (ANTARA/Septianda Perdana/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Penyerapan pasar masih menjadi masalah yang kerap membebani petani di Indonesia. Kementerian Pertanian (Kementan) meminta Perum Bulog untuk menyerap gabah petani melalui pendekatan komersial.


Kepala Badan Penyuluh dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementan, Momon Rusmono mengatakan, telah berkoordinasi dengan Bulog Regional Jawa Tengah (Jateng) untuk menyerap komoditas gabah dan beras yang tidak diserap pasar.

"Bulog sebenarnya bisa menyerap gabah atau beras melalui pendekatan komersial. Saya sudah berkomunikasi dengan Kadivre (Kepala Bulog Divisi Regional Jawa Tengah, Djoni Nur Ashari). Melalui penggunaan komersial, selama menguntungkan (petani), Bulog boleh membeli dengan harga di atas HPP (Harga Pembelian Pemerintah)," kata Rusmono dalam keterangan tertulis yang diterima Gatra.com, Selasa (9/1).

Rusmono meminta Bulog segera menyerap komoditas petani mengingat masih dalam musim panen. Berdasarkan data Kementan, luasan lahan padi siap panen di Kabupaten Cilacap pada Januari ini mencapai 5.000 hektare. Sementara untuk Februari mendatang, luasannya mencapai 13.000 hektare. Kabupaten Cilacap siap menggelar panen raya.

"Saya minta Bulog siap untuk melakukan penyerapan. Bulog bisa melakukan pendekatan melalui mitra kerja Bulog. Yang jelas, satker (satuan kerja Bulog) harus bergerak pro aktif," imbau Rusmono yang juga Penanggung Jawab Upaya Khusus Kementan Wilayah Jateng. Mekanisme ini, kata dia, sudah dilakukan Bulog Divre Jateng sampai tanggal 5 Januari, dengan pendekatan komersial sebanyak 40 ton.


Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Iwan Sutiawan

Fahrio Rizaldi A.
09-01-2018 20:03