Main Menu

DPR Akan Panggil Mentan dan Bulog Terkait Kenaikan Harga Beras

Fahrio Rizaldi A.
10-01-2018 16:05

Stok Beras di Gudang Bulog. (GATRA/Ardi Widi Yansah/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Kenaikan komoditas pangan, khususnya beras mendapatkan respon dari Komisi IV DPR. Mereka berencana memanggil Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman. Pasalnya, pada medio Desember 2017 lalu, sempat beredar informasi bahwa Bulog memiliki stok beras yang cukup, yaitu 2 juta ton.


Meski Bulog disebut memiliki stok tersebut, namun harga komoditas beras mulai merangkak naik sejak November 2017 lalu. Kenaikannya kini mendekati angka Rp 12.000 per kilogram untuk jenis beras standar yang biasanya dijual seharga Rp. 9.500 per kilogram.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Michael Watimena, dalam keterangan tertulis, Rabu (10/1), menilai data yang dihimpun Kementan tidak akurat. Berdasarkan pantauan timnya, stok beras sampai awal Januari ini di Bulog tidak lebih dari 1 juta ton. Hal inilah yang menurutnya memicu kenaikan harga beras di pasaran.

"Jadi, saat Komisi IV melakukan reses terakhir pertengahan atau akhir bulan Desember lalu, informasi dari Bulog, tersedia stok beras di atas 2 juta ton. Ternyata kondisi akhir-akhir ini menunjukan bahwa stok beras di Bulog tidak lebih dari satu juta ton, bahkan dikatakan di bawah 1 juta Ton," ujar Michael.

Menurut Michael, stok membuat pasokan beras ke pengecer menjadi terbatas. Sementara beras di pasaran mulai berkurang, permintaan dari masyarakat pun masih normal tidak ada peningkatan. "Hal inilah yang membuat harga di pasaran meningkat dan akhirnya membuat masyarakat menjerit," ungkapnya.

Untuk masalah ini, Komisi IV DPR RI akan segera memanggil Mentan Amran Sulaiman dan Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog untuk mempertanyakan kondisi tersebut. "Selama ini keduanya selalu optimis stok beras relatif tersedia, sehingga masyarakat diminta tidak khawatir atau takut dengan ketersediaan beras di pasaran untuk ke depannya," kata politikus Partai Demokrat ini.

Namun pada kenyataannya, tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan. Michael dan anggota Komisi IV DPR RI yang lain akan mendorong Mentan dan Bulog untuk segera mengatasi lonjakan harga beras tersebut.

Anggota Komisi IV DPR RI Ibnu Multazam juga menyampaikan pandangan senada dan memintah pemerintah untuk gencar melakukan operasi pasar, guna menekan lonjakan kenaikan harga beras yang telah mencapai titik tertinggi di awal tahun 2018 ini.

"Mestinya pedagang tidak boleh menjual beras melampaui harga eceran tertinggi, tetapi kalau faktanya dipasar seperti ini, maka obatnya itu adalah operasi pasar," kata Ibnu.

Politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan, kenaikan harga beras di sejumlah daerah mengikuti peningkatan harga gabah. Menurutnya, di satu sisi kenaikan harga gabah sebenarnya membawa keuntungan bagi petani, meskipun di sisi lain banyak konsumen yang mengeluh karena adanya disparitas harga.

"Di lain pihak, Bulog tidak bisa melakukan penyerapan beras secara maksimal dari petani.  Padahal saat ini musim panen yang tentunya harga beras seharusnya normal. Tapikan awal tahun ada sedikit anomali sehingga cenderung naik, karenanya pemerintah harus mengambil langkah cepat untuk melakukan operasi pasar," tandasnya.


Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Iwan Sutiawan

Fahrio Rizaldi A.
10-01-2018 16:05