Main Menu

HKTI Upayakan Akses Pemasaran untuk Petani Jagung

Wanto
11-01-2018 01:23

Petani memanen jagung. (ANTARA/Maulana Surya/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Permasalahan petani di Indonesia saat ini adalah keterbatasan pengetahuan pemasaran dan kelemahan penanganan pascapanen, sehingga tidak dapat menghasilkan kualitas jagung yang baik.


Untuk membuka askes pemasaran bagi petani jagung, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) meneken nota kesepahaman dengan PT Japfa Comfeed Indonesia (JCI) di Jakarta, Rabu (10/1). HKTI dan JCI sepakat menjalin kerja sama untuk membeli jagung petani.

Moeldoko menegaskan, kualitas jagung petani yang diserap Japfa akan sesuai standar pabrik pakan. Dengan kerja sama ini, industri pakan ternak mendapat kepastian pasokan bahan baku pakan dan petani mendapat kepastian pasar.

”Dengan kerja sama ini, Japfa akan serius mendukung pengembangan budidaya jagung. Harga akan disesuaikan dengan harga saat penyerahan barang. Harga yang ditetapkan mengacu pada harga jagung pasaran dalam negeri," kata mantan Panglima TNI ini. 

Sementara menurut pihak Japfa, kualitas jagung dalam negeri relatif lebih baik karena lebih segar. Kerja sama ini diharapkan menjadi model dan dikembangkan untuk memacu peningkatan produksi jagung nasional. 

"Petani jagung akan lebih semangat lagi menanam jagung karena ada kepastian pasar dan kepastian harga. Dan Industri pakan ternak tidak perlu membayar L/C untuk impor jagung," tutur Moeldoko. 

Senior Vice President PT Japfa Comfeed Indonesia, Budiarto Soebijanto mengatakan, penandatanganan Nota Kesepakatan segera ditindaklanjuti dengan kontrak pembelian jagung. Petani di bawah binaan HKTI di masing-masing daerah diharapkan memasok 10.000 ton jagung per bulan. 

"Sehingga setiap bulan kami mendapatkan kepastian pasokan jagung dari petani yang terbeli. Dan jagung petani sudah mendapatkan kepastian pasar. Industri pakan setiap tahun membutuhkan 8,5 juta ton jagung," ujarnya. 

Budiarto menambahkan, pihaknya selama ini berkomitmen mendukung program pemerintah dengan membangun sistem kemitraan dengan petani yang terintegrasi dalam mendukung pemenuhan kebutuhan jagung bagi industri pakan ternak dengan menyerap jagung lokal.

"Dengan dukungan HKTI ini, akan mempermudah kami mendapatkan jagung lokal dari berbagai daerah. Japfa telah berkomitmen dengan HKTI untuk menyerap hasil jagung lokal," ujar Budiarto. 

Tidak hanya itu, lanjut Budiarto, dalam kerja sama tersebut, Japfa dan HKTI menjadi pihak yang akan melakukan pendampingan dengan petani serta memastikan kualitas produksi jagung sesuai dengan standar pabrik pakan.

"Bersama-sama kami akan memberikan pendampingan kepada petani jagung agar hasil panen yang dihasilkan kualitasnya sesuai dengan standar kami," katanya.


Reporter: Wanto
Editor: Iwan Sutiawan

Wanto
11-01-2018 01:23