Main Menu

Potensi Ekonomi Digital: 60% Kekuatan Ekonomi Indonesia dari sektor UMKM

Flora Librayanti BR K
13-01-2018 16:02

Ilustrasi. (Shutterstock/AK9)

Berkembangnya industri ekonomi kreatif tidak bisa dipisahkan dari e-commerce di Indonesia. Bahkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan pertumbuhan e-commerce mencapai 60% - 80% per tahun. Semakin tidak terbendungnya pasar digital menjadikan e-commerce bisa menjadi salah satu pondasi dari kekuatan ekonomi Indonesia.

Sejalan dengan itu, marketplace yang mempunyai unique selling point “kekuatan sinergi group”, Blanja.com, memiliki misi mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia melalui peningkatan kesempatan bagi produk “Asli Indonesia” menembus pasar nasional dan internasional. Seperti dilansir Kominfo, bahwa UKM sebagai representasi ekonomi rakyat dapat menyerap tenaga kerja ± 90 % serta memberikan kontribusi sebesar 58% pada Produk Domestik Bruto Nasional.

“Industri ekonomi kreatif yang bergerak di infrastruktur digital terus berkembang pesat dan menawarkan berbagai solusi yang dapat membantu pelaku industri kreatif.  Disinilah peran Blanja.com, membuka keterbatasan, mendorong perubahan, serta meningkatkan peluang bagi produk lokal agar dapat bersaing dengan produk impor,” jelas CEO Blanja.com, Aulia E. Marinto.

Rieka Handayani selaku Head of Public Relations Blanja.com menambahkan, Blanja.com memiliki program #BlanjaJemputUKM di mana mereka hadir menjangkau UKM di seluruh pelosok di Indonesia. Tujuannya demi meningkatkan kualitas serta melakukan pendampingan bagi UMKM. Program yang dilakukan mulai dari memberikan edukasi cara membuka toko online, tips foto produk yang menarik, hingga strategi pemasaran yang efektif.

Tagar #BlanjaJemputUKM bersinergi dengan berbagai stakeholders; pemerintah melalui 5 (lima) Kementerian, yaitu Kementerian BUMN melalui RKB (Rumah Kreatif BUMN), Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam pelatihan delapan juta UMKM Go Online, Kementerian Perindustrian dalam program e-smart IKM, Kementerian Sosial dan Kementerian Perdagangan, Smesco, Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dengan program kenduri e-UKM, IWAPI, dan sebagainya.

 

Pemerintah memang mendorong UMKM Indonesia untuk go online karena 60 persen kekuatan ekonomi Indonesia berada di sektor UMKM, dan saat ini pemerintah menyediakan saluran untuk UMKM mengembangkan usahanya melalui e-commerce.

Selama 2017, program ini telah berhasil mengonlinekan kurang lebih 30.000 UKM yang tersebar di 60 kota Indonesia. Jumlah ini naik sekitar 390% dari tahun sebelumnya di 2016. Pertumbuhan UKM yang meningkat cukup signifikan. Harapannya para pelaku UKM ini tidak hanya menjadi penjual online, namun menjadi pebisnis online.


 

Editor : Flora L.Y. Barus

Flora Librayanti BR K
13-01-2018 16:02