Main Menu

Jaga Harga Beras Medium, Bulog Alihkan OP ke Pasar Tradisonal

Iwan Sutiawan
15-01-2018 06:51

Operasi pasar beras Bulog (Antara/Asep Fathurahman/yus4)

Palembang, Gatra.com - Irjen Kementrian Perdagangan (Kemendag), Srie Agustina, menyampaikan, mengalihkan jalur peran perum Bulog masuk ke pasar-pasar tradisional merupakan salah satu upaya untuk menjaga ketersediaan beras medium di pasaran.


"Karena itu kita cek, apakah beras-beras medium yang dimiliki Bulog (Operasi Pasar/OP) memang sudah ada di pasar tradisonal," ujarnya saat inspeksi mendadak (sidak) di Pasar KM 5 Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Minggu (14/1).

Srie melakukan sidak kerana naiknya harga beras medium di pasaran menyebabkan masyarakat terpaksa beralih ke beras premium. Selama ini, operasi pasar Bulog banyak menyisir masyarakat di kawasan padat penduduk, menyalurkannya pada toko-toko hingga mitra kerja sama. Saat masyarakat membutuhkan beras medium di pasaran, ternyata harganya naik.

Menurut Srie, kenaikan harga beras medium di pasaran lebih disebabkan karena adanya peningkatan permintaan beras premium dari masyarakat. Hal ini dikarenakan meningkatnya selera konsumsi masyarakat, yakni beralih dari beras medium ke premium.

Akibatnya, lanjut Srie, banyak stok beras medium yang ditingkatkan kualitasnya menjadi beras premium. Saat harga beras naik, ternyata masih akan banyak masyarakat yang membutuhkan beras medium.

"Itu kenapa saya cek, apakah benar Bulog mengalihkan operasi pasarnya ke pasar-pasar tradisional, agar masyarakat memperoleh medium sesuai dengan harga yang tidak terlalu jauh dari HET. Bulog jual premium Rp 9.350 per kg dan ada di empat pasar di Palembang," ujarnya.

Target Kemendag adalah harga beras medium bisa turun dan stok masih dapat dijangkau oleh masyarakat. Hitungannya, dari 198 pasar dilakukan pengecekkan, masih terdapat sekitar 68 pasar dengan gap (rentang) penjualan harga beras lebih dari 21%. 

Di Palembang, terdapat empat pasar dengan harga beras masuk zona merah yakni gap (selisih) harga jual dengan HET di atas 21%, yakni di Pasar Cinde, Pasar KM 5, Pasar Sekanak, dan Pasar Lemabang. "Apakah benar beras medium Bulog dijual hingga oleh pedagang eceran dan masuk hingga ke pasar tradisional," ujar Srie.

Dengan kondisi ini, Srie memastikan stok beras medium dan premium tersedia di pasar tradisional. Masyarakat dapat membeli sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Pilihannya, beras Bulog sebenarnya lebih murni, karena proses langsung di kemas dengan kualitas yang terjaga. "Operasi pasar ini diharapkan juga bisa mempromosikan beras medium Bulog yang berkualitas," katanya.

Harga beras medium di Pasar KM 5 Palembang mengalami kenaikan sebulan terakhir. Johan, salah seorang pedagang beras di Pasar KM 5 mengatakan, stok beras medium masih cukup banyak namun harga naik sekitar Rp 500-Rp 1000 per kg. Harga beras medium dijual paling tinggi Rp 12.500 per kg.

"Saya juga tidak paham mengapa harga beras medium naik. Sejak menjual beras medium Bulog, lumayan banyak yang beli. Masyarakat tentu ada pilihan dan inginnya beras yang terjangkau," kata Johan.


Reporter: Tasmalinda
Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
15-01-2018 06:51