Main Menu

Tekan Harga Beras, Bulog Jateng Operasi Pasar

G.A Guritno
18-01-2018 14:38

Operasi pasar beras. (Antara/R. Rekotomo/AK9)

Artikel Terkait

 

Banyumas, Gatra.com – Perum Badan Logistik (Bulog) Jawa Tengah menggelontorkan sebanyak 580 ton beras dalam operasi pasar (OP) di empat kabupaten eks-Karesidenan Banyumas. Secara simultan, operasi pasar dilakukan di 31 pasar tradisional untuk menekan harga beras yang melambung tinggi.

Kepala Bulog Sub Divisi Regional (Divre) 4 Banyumas, Setio Wastono mengatakan, realisasi operasi pasar telah mencapai 480 ton. Pekan lalu, Bulog kembali menggelontorkan sebanyak 100 ton dalam OP besar sehingga jumlah keseluruhan telah mencapai 580 ton. Beras itu disebar di Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Cilacap dan Purbalingga.

Dia menjelaskan, beras medium dijual kepada pedagang pasar dengan harga Rp 8.000 per kilogram. Pedagang dapat menjual ke konsumen dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp 9.450.

“Pedagang bisa mengambil keuntungan tapi tidak boleh melebihi HET yang telah ditetapkan pemerintah,” katanya.

OP beras di Banyumas dilaksanakan pada 18 pasar tradisional, di Cilacap meliputi lima pasar tradisional, Purbalingga empat pasar tradisional, sedangkan Banjarnegara empat pasar tradisional.

Dia menerangkan, OP akan dilaksanakan sampai 31 Maret 2018 bersamaan dengan berakhirnya puncak panen raya di wilayah eks-Karesidenan Banyumas yang bakal memasuki panen raya sekitar bulan Februari 2018. Hal ini menurut dia sesuai dengan instruksi dari Kementerian Perdagangan.

Setio memperkirakan pada Maret nanti harga beras sudah turun di bawah HET pemerintah. Pasalnya, suplai beras dan gabah akan melimpah usai panen raya. Apalagi, panen raya di eks-Karesidenan Banyumas diperkirakan bersamaan dengan panen raya di sebagian besar wilayah Jawa.

Sementara itu, pelaksanaan OP di Purbalingga dilakukan dengan menjual beras ke pedagang beras berskala besar. Operasi pasar tak lagi menyasar masyarakat sebagai konsumen lansung.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustian dan Perdagangan (Dinperindag) Purbalingga, Johan Arifin mengatakan kegiatan OP bertujuan agar harga pasar sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan Kementerian Perdagangan yakni sebesar Rp 9.450 per kilogramnya. Beras OP dijual ke pedagang sebesar Rp 8.100 perkilogram dengan harapan pedagang beras bisa menjualnya sesuai dengan HET.

“Operasi pasar setiap hari kita lakukan di pasar Segamas dan pasar Penican sebanyak 4,95 ton dengan kualitas medium,” kata Johan.

Selain OP, Dinperindag bersama Polres Purbalingga juga mengawasi pedagang yang telah membeli beras OP Bulog. Pengawasan ini dilakukan agar pedagang menjual beras OP sesuai dengan HET. Selain itu juga untuk mencegah pedagang agar tidak melakukan penimbunan beras.

“Kemudian kita juga fasilitasi para pedagang untuk bisa membeli beras Bulog, dan pihak Bulog juga sudah kita berikan nama-nama pedagang besar beras,” ucapnya

Reporter: Ridlo Susanto

Editor : G.A. Guritno

 

 

 

G.A Guritno
18-01-2018 14:38