Main Menu

Kemenkop dan UKM: Nilai Ekspor KUKM Meningkat 20,7%

Iwan Sutiawan
19-01-2018 19:43

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kemenkop dan UKM, I Wayan Dipta. (Dok. Kemenkop dan UKM/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Kementerian Koperasi dan UKM memfasilitasi 109 UKM mengikuti pameran luar negeri pada tahun 2017. Dari hasil menitoring dan evaluasi kepada UMKM peserta pameran, diperoleh data bahwa telah terjadi peningkatan nilai ekspor UMKM dari Rp 20,27 milyar menjadi Rp 24,47 milyar atau meningkat sebesar 20,72%.


"Pertumbuhan ekspor KUKM yang difasilitasi meningkat rata-rata 20,72% melalui program peningkatan daya saing," kata Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kemenkop dan UKM, I Wayan Dipta, dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (19/1). 

Di samping itu, kegiatan fasilitasi pameran UMKM ke luar negeri ikut berkontribusi pada devisa negara sebesar Rp 61,78 milyar melalui order buyers on site pameran atau menghasilkan pemasukan negara 12 kali lipat dari anggaran promosi pameran luar negeri yang dialokasikan.

"Sementara untuk pemeran luar negeri terjadi peningkatan omset sebesar Rp 4,74% dan tenaga kerja 18,27%," katanya dalam siaran pers yang diterima Gatra.com.

Tahun ini Kemenkop dan UKM akan memfasitasi UMKM mengikuti 2 event pameran luar negeri, yaitu Malaysia International Halal Showcase (Mihas) dan Chibimart Summer di Italia atau Festival Indonesia Fair (Mosco). Dengan target 30 UMKM peserta pameran. 

"Diharapkan fasilitasi pameran luar negeri mampu memperluas akses pasar produk KUMKM di wilayah Asia dan Eropa," kata Wayan.

Setiap UMKM yang ingin ikut sebagai peserta pameran, akan terlebih dahulu melalui tahapan yang ketat, diawali dengan seleksi dan kurasi oleh tim ahli. Syarat administrasinya, UMKM harus memiliki sertifikat hak cipta, merek, halal (untuk produk makanan dan minuman), ISO, kapasitas produksi, maupun memiliki daya beli yang tinggi. 

"Itu yang menjadi kriteria untuk menentukan apakah layak diikutkan atau tidak. Jadi kita tidak serta-merta dengan mudah mengajak mereka. Yang minat sih banyak," ungkap Wayan.

Dalam upaya meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk KUMKM sekaligus melindungi dan menjamin usaha KUMKM memiliki daya saing, Kemenkop dan UKM melakukan program peningkatan standarisasi mutu dan sertifikasi produk KUKM yang pada tahun 2017 terealisasi sebanyak 2.083 KUMKM.

"Program ini masih berlanjut tahun 2018 dengan total target 2.500 KUMKM yang mana 330 KUMKM untuk sertifikasi SNI, ISO, 1.514 KUMKM untuk sertifikasi hak merek, 100 KUMKM untuk sertifikasi halal, dan 556 KUMKM untuk sertifikasi hak cipta," katanya.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
19-01-2018 19:43