Main Menu

Indonesia Akan Pasok LNG ke Pakistan

Iwan Sutiawan
28-01-2018 14:33

(Foto: Sekretariat Kabinet /AK9)

Jakarta, Gatra.com - Indonesia akan memasok Liquefied Natural Gas (LNG) ke ke Pakistan untuk mendukung ketahanan energi di negara tersebut. Ini sesuai perjanjian kerja sama di sektor energi yang telah diteken dalam satu acara kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pakistan, 26-27 Januari 2018.


"RI akan memasok LNG ke Pakistan guna mendukung ketahanan energi Pakistan," demikian siaran pers Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) yang diterima Gatra.com di Jakarta, Minggu (28/1).

Setelah penandatanganan kesepakatan yang disaksikan oleh kedua kepala pemerintahan itu, PT Pertamina akan menindaklanjuti perjanjian tersebut dengan mitranya yakni Pakistan LNG Limited  (PLL) dan  Pakistan State Oil Company Limited (PSOCL).

Pengiriman atau pemasokan LNG Indonesia ke Pakistan itu merupakan hasil kerja sama yang telah ditandatangani dalam kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) di Pakistan selama dua hari, yakni 26-27 Januari 2018 yang mengambil tema dan fokus utama pada peningkatan kerja sama ekonomi, khususnya bidang energi dan perdagangan.

"Hal tersebut tercermin dari ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama Sektor Energi dan Amandemen Protokol PTA yang disaksikan oleh kedua Kepala Pemerintahan. Turut ditandatangani dalam kunjungan tersebut adalah MoU Kerja Sama Pelatihan Diplomatik dan MoU Kerja Sama Promosi Perdagangan," demikian Kemlu.

Pengiriman LNG Indonesia ke Pakistan itu merupakan turunan dari perjanjian di bidang energi yang telah diteken. Sedangkan hubungan ekonomi kedua negara juga diperkokoh dengan MoU kerja sama promosi perdagangan guna meningkatkan arus perdagangan bilateral.

"Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, Presiden Jokowi berkesempatan menyampaikan pidato pada Joint Sitting Parlemen Pakistan; pertemuan  tête-à-têtedan bilateral dengan Presiden Pakistan; jamuan makan malam kenegaraan oleh Presiden Pakistan; dan pertemuan  tête-à-tête dan bilateral dengan PM Pakistan," tulis Kemlu RI.

Presiden juga memanfaatkan kunjungan tersebut guna bertemu dengan masyarakat Indonesia di Pakistan yang menyambut kedatangannya dengan antusias. Sedangkan dalam kesempatan pidatonya pada Joint Sitting Parlemen Pakistan, Jokowi menekankan pentingnya perdamaian dunia, upaya bersama mengatasi radikalisme dan terorisme serta habit of dialogue  dalam mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan dunia.

Presiden Jokowi merupakan Presiden RI ke-2 yang mendapat kehormatan untuk menyampaikan pidato pada  Joint Sitting Parlemen Pakistan. Sebelumnya, kesempatan pertama diberikan kepada Presiden Soekarno pada tahun 1963.

Selain rangkaian utama kegiatan Presiden Jokowi, telah dilaksanakan pula Business Forum yang diikuti oleh lebih dari 100 pengusaha RI-Pakistan. Forum tersebut menghasilkan penandatanganan MoU Kerja Sama KADIN dua negara dan total transaksi yang tercatat senilai US$ 115 juta di sektor perdagangan dan investasi.


Eidtor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
28-01-2018 14:33