Main Menu

Indonesia Serius Garap Pasar Asia Selatan

Sandika Prihatnala
01-02-2018 22:15

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (ANTARA/Sigid Kurniawan/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Asia Selatan dibidik menjadi pasar baru tujuan utama ekspor Indonesia masa mendatang. Selain Asia Selatan, Amerika Latin serta Afrika dilirik sebagai pasar baru produk Indonesia.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengungkapkan tujuan di balik kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi ke 5 negara di Asia Selatan, pekan lalu. Antara lain India, Pakistan, Srilanka, Afghanistan dan Bangladesh.

"Asia Selatan memiliki potensi yang masih sangat terbuka lebar bagi produk Indonesia. Penduduk banyak, pertumbuhan ekonomi yang tinggi," ungkap Retno saat menghadiri  Raker Kementerian Perdagangan 2018 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (1/2).

Nilai perdagangan Indonesia dengan sejumlah negara Asia Selatan mengalami surplus. Termasuk dengan negara yang dilanda konflik seperti Afghanistan.

Nilai perdagangan Indonesia - Srilanka sebesar 306 juta dolar AS (surplus 217 juta dolar), Indonesia - Pakistan 2,31 milyar dolar AS (surplus 1,8 milyar dolar) dan Indonesia - India 14,8 milyar dolar AS (surplus 8,3 milyar dolar).

Kemudian nilai perdagangan Indonesia - Bangladesh 1,19 milyar dolar AS (surplus 1,08 milyar dolar). Sedangkan Indonesia - Afghanistan 14,26 juta dolar AS (surplus 14,08 juta dolar).

"Sekarang kita tidak terlena dengan surplus nilai perdagangan dengan negara mitra yang tradisional. Kita mencari terus pasar baru buat produk Indonesia," tutup Retno. 


Reporter : Abdul Rozak

Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
01-02-2018 22:15