Main Menu

Smesco Kemungkinan Kembali Proritaskan Fasilitasi KUKM untuk Ekspor Kopi

Iwan Sutiawan
03-02-2018 04:39

Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) menargetkan produksi kopi pada 2018 sebanyak 720 ribu hingga 750 ribu ton. (ANTARA/Raisan Al Farisi/FT02)

Jakarta, Gatra.com - LPP-KUKM (Smesco Indonesia) akan terus memfasilitasi KUKM untuk melakukan ekspor produknya ke berbagai negara. Tahun ini, kemungkinan memprioritaskan fasilitasi KUKM untuk kembali mengekspor kopi seperti yang telah dilakukan pada penghujung tahun 2017 lalu.


"Soal [komoditas] ekspor [2018] kita melihat, membidik kopi Indonesia. Terakhir [2017] ekspor kopi ke Bremen, Jerman," kata Emilia Suhaimi, Direktur Utama (Dirut) LLP-KUKM di Jakarta, Jumat (2/2).

Menurut Emilia, pihaknya kemungkinan akan memprioritaskan KUKM untuk mengekspor kopi karena kopi Indonesi merupakan salah satu kopi terbaik di dunia. "Kopi Indonesia kita terbaik dunia nomor empat," ujarnya.

Sedangkan untuk tahun lalu, selain memfasilitasi KUKM mengekspor kopi ke Bremen, Smesco Indonesia di bawah Menteri Koperasi dan UKM juga memfasilitasi ekspor 1 kontainer produk KUKM furniter bambu dari UKM Lebak, Banten, ke Prancis.

Kemudian, telah dilaksanakan pelepasan ekspor oleh menteri koperasi dan UKM pada UKM Probolinggo sebanyak 1 kontainer produk KUKM etnik dan rustiq ke Amerika Serikat (AS). Selanjutnya, ekspor sebanyak 1 kontainer produk KUKM furniture dan permata dari UKM Semarang ke Jepang dan Belanda.

Sedangkan untuk kontribusi produk KUKM terhadap nilai ekspor Indonesia sebesar Rp 28,21 milyar atau sebesar 16,69%. Sumbangan ekspor KUKM mayoritas berasal dari produk furniture, kerajinan, dan fesyen.

Terbatasnya kontribusi produk KUKM terhadap ekspor Indonesia karena masih minimnya akses pelaku KUKM terhadap pasar global. Sosialisasi kepada pelaku KUKM Indonesia juga dibutuhkan agar produk mereka bisa lebih dikenal dunia.

Sedangkan untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun lalu, per tanggal 31 Desember, LLP-KUKM (Smesco Indonesia) membukukan sejumlah Rp 38 milyar atau sebesar 101,14% dari target penerimaan tahun 2017 sebesar Rp 37 milyar.

Adapun dalam mendukung pencapaian sasaran strategis yakni meningkatkan UMKM dalam berkontribusi pada perekonomian daerah dan nasional pada tahun kemarin, Smesco Indonesia menjalankan program peningkatan daya saing koperasi dan UMKM.

"Pada tahun 2017, jumlah KUKM yang terfasilitasi dalam layanan promosi dan pemasaran adalah sebanyak 2.586 KUKM dari jumlah 2.500 UKM. Target yang ditetapkan dalam perjanjian kerja LLP-KUKM atau naik 103% dibanding tahun sebelumnya," ujar Emilia.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
03-02-2018 04:39