Main Menu

OJK Menilai, Peluang Dana Melalui Green Bond Sangat Besar

Sandika Prihatnala
06-03-2018 05:52

Ilustrasi Green Bond. (Shutterstock/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Sebagai peluang baru mendanai proyek, green bond atau juga dikenal dengan obligasi ramah lingkungan mulai menuai respon positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perluasan akses karena dana yang bisa didapat cukup besar.

 

Respon positif itu tak hanya muncul di dalam negeri. Seperti dikutip dari kantor berita Reuters pada Kamis (22/2) Indonesia didapuk menjadi negara pertama di Asia pertama yang akan menjual obligasi hijau ini. 

Jenis investasi berbasis sukuk ini dilepas dengan nilai sebesar 1,25 milyar US Dollar ke pasar global. Obligasi ini berjangka waktu lima tahun dengan ketentuan bunga sebesar 4.05 persen. Meskipun belum ada keterangan dari detail, Reuters menyebutkan dana yang diincar oleh pemerintah Indonesia adalah sebesar 300 juta US Dollar dalam penerbitan ini.

Sebelumnya di penghujung tahun 2017, OJK sudah terlebih dahulu menerbitkan Peraturan OJK (POJK) untuk mendukung dan mendorong program pemerintah terutama di bidang pembangunan infrastruktur di keuangan berkelanjutan. 

Peraturan yang diterbitkan tersebut adalah Peraturan OJK Nomor 60/POJK.04/2017 tentang obligasi hijau atau yang umum disebut sebagai green bonds.  POJK No.60 tersebut mengatur tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang Berwawasan Lingkungan. 

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menuturkan bahwa antusiasme investor utamanya investor dari luar dalam berinvestasi green bonds sangatlah besar. 

“Besar sekali. Dananya cukup besar dari global untuk masuk ke Indonesia,” katanya kepada Gatra, Senin (5/3). 

Ia juga mengatakan bahwa OJK akan terus melakukan sosialisasi dalam mendukung penawaran obligasi hijau ini. 


Reporter : APP

Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
06-03-2018 05:52