Main Menu

Studi Mastercard: Negara-negara Terus Berupaya Memberdayakan Wanita Pengusaha

Flora Librayanti BR K
08-03-2018 05:48

Ilustrasi Wanita Pengusaha. (Shutterstock/FT02)

Jakarta, Gatra.com – Wanita pengusaha cenderung mengalami perkembangan yang lebih baik di negara-negara maju, seperti yang diungkapkan dalam edisi kedua Mastercard Index untuk Wanita Pengusaha (Mastercard Index of Women Entrepreneurs, MIWE). Jika dibandingkan dengan negara-negara berkembang, para wanita pemilik usaha di negara-negara maju mampu untuk memanfaatkan sumber daya dan peluang yang besar, termasuk akses untuk mendapatkan modal, layanan keuangan, dan program-program akademik.



Secara keseluruhan, Indeks ini mengindikasikan bahwa baik wanita pengusaha pemula maupun yang telah mumpuni di seluruh dunia terus berkembang, terlepas dari adanya bias-bias budaya yang berkaitan dengan gender yang dapat menjadi penghalang signifikan bagi para wanita pengusaha tersebut untuk memajukan bisnis mereka.

Indeks ini mengukur kemajuan dan pencapaian dari para wanita pengusaha dan pemilik bisnis di 57 negara yang mencakup lima wilayah geografis, termasuk Asia Pasifik, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah dan Afrika, serta Amerika Utara.

“Para wanita pengusaha telah membuat langkah besar sebagai pemilik usaha di seluruh dunia, sebagaimana mereka juga berupaya untuk mencapai potensi terbaik mereka,” ujar Chief Financial Officer, Mastercard, Martina Hund-Mejean.

Berikut peringkat 10 besar negara dengan kondisi pendukung terkuat dan peluang yang terbesar bagi para wanita untuk berkembang sebagai pengusaha:
1. Selandia Baru – 74,2
2. Swedia – 71,3
3. Kanada – 70,9
4. Amerika Serikat – 70,8
5. Singapura – 69,2
6. Portugal – 69,1
7. Australia – 68,9
8. Belgia – 68,7
9. Filipina – 68,0
10. Inggris – 67,9

Indonesia sendiri ada di peringkat 30 dengan skor 62,4.

Indeks Wanita Pengusaha Mastercard mengukur kemampuan wanita pengusaha untuk memanfaatkan peluang yang diberikan melalui berbagai kondisi pendukung yang ada dalam lingkungan lokal mereka.

Hal tersebut menjadi jumlah bobot dari tiga komponen. Pertama, hasil kemajuan wanita (Women’s Advancement Outcomes). Indikator ini mengukur tingkat bias terhadap wanita sebagai peserta tenaga kerja, pemimpin politik dan bisnis, serta kekuatan keuangan dan kecenderungan kewirausahaan wanita.

Kedua, aset pengetahuan dan keuangan (Knowledge Assets and Financial Assets) yakni mengukur tingkat akses yang dimiliki wanita terhadap layanan keuangan dasar, aset pengetahuan yang maju dan dukungan untuk usaha kecil dan menengah.

Ketiga, kondisi dukungan kewirausahaan  (Supporting Entrepreneurial Conditions) atau persepsi keseluruhan dalam kemudahan menjalankan bisnis secara lokal, kualitas pemerintahan lokal, persepsi wanita terhadap tingkat keamanan dan persepsi budaya terhadap pengaruh keuangan rumah tangga wanita.

“Dalam rangka menyambut Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day), kami berharap bahwa temuan dari studi ini dapat menjadi pengingat bagi pemerintah dan organisasi untuk senantiasa meningkatkan dukungan mereka bagi para wanita pengusaha pemula dan pekerja wanita di seluruh bidang, mulai dari inklusi keuangan yang lebih baik maupun akses terhadap pendidikan yang lebih luas,” kata President International Markets, Mastercard, Ann Cairns.




Editor : Flora L.Y. Barus

Flora Librayanti BR K
08-03-2018 05:48