Main Menu

Pengamat: Peluang Rebound IHSG Harus Didukung Aksi Beli

Aulia Putri Pandamsari
29-04-2018 12:50

Monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.(ANTARA/Muhammad Adimaja/re1)

 

Jakarta, Gatra.com - Sepekan terakhir, laju IHSG  terus melemah  sebesar 6,60 persen dari indeks penutupan pekan sebelumnya hingga menembus batas psikologis di bawah 6000. IHSG menunjukkan tren naik saat jelang akhir pekan dengan kenaikan tipis 10,04 poin atau setara 0,17% ke posisi 5.919,24 pada Jumat(27/4) sore. Namun, kenaikan tersebut diperkirakan hanya sementara, karena didorong aksi profit taking sejumlah investor.


Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada dalam analisanya mengatakan tren pelemahan IHSG dipengaruhi oleh peningkatan tajam sejumlah imbal hasil obligasi AS. Hal itu juga membuat laju mayoritas indeks saham Asia di awal pekan kemarin kembali melemah. Kondisi inipun berimbas pada terjadinya aksi jual di dalam negeri sehingga membuat laju IHSG juga melemah.


Pergerakan nilai tukar Rupiah yang kembali melanjutkan pelemahannya, meski sempat menguat tipis, menurutnya juga memberikan imbas negatif pada melemahnya IHSG. Secara psikologis, pelaku pasar cenderung terlihat panik dan cenderung mengamankan posisi.

 


“Begitupun dengan pasar obligasi yang juga merana karena imbas terapresiasinya US Dollar dan imbal hasil obligasi AS tersebut. IHSG pun terhempas sehingga pelemahan pun kembali berlanjut,” ujar Reza kepada Gatra.com, Minggu(29/4).


Ia menilai beberapa berita positif yang dibarengi dengan sentimen makro dari langkah pemerintah seperti rilis kinerja emiten, progress realisasi pembangunan infrastruktur, langkah nyata Bank Indonesia dalam menahan pelemahan Rupiah belum mampu menghalangi terjadinya aksi jual. Meskipun, adanya aksi beli kembali di akhir perdagangan mampu mengangkat IHSG setelah berada di zona merah.


Investor Asing mencatatkan nett sell Rp 5,30 triliun dari pekan sebelumnya nett sell Rp 1,52 triliun. Masih maraknya aksi jual investor asing membuat nilai transaksi jual bersih Rp 32,81 triliun di atas sebelumnya yang masih net sell Rp 27,51 triliun (YTD).


Pergerakan IHSG di pekan depan, menurut Reza diperkirakan akan berada pada kisaran level support 5825-5886 dan resisten 5966-5987 dibandingkan pekan sebelumnya di level support 6285-6300 dan resisten 6366-6387.


“Diharapkan aksi jual dapat tertahan dan dapat dimanfaatkan untuk kembali masuk. Sentimen dari dalam negeri juga diharapkan kembali positif untuk menahan pelemahan IHSG dan mengimbangi sentimen negatif dari eksternal,” jelas Reza.


Peluang rebound, kata dia, dapat kembali terjadi jika didukung oleh aksi beli. Meski diharapkan kembali adanya pergerakan positif namun, ia meminta investor tetap mewaspadai juga potensi pelemahan kembali seiring masih adanya aksi jual.


Reporter: Aulia Pandamsari

Editor: Hendri Firzani

 

Aulia Putri Pandamsari
29-04-2018 12:50