Main Menu

IHSG Ditutup Menguat 131,91 Poin

didi
29-06-2018 16:29

Sejumlah pengunjung duduk berlatar belakang pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/YUS4)

Jakarta, Gatra.com - Perdagangan saham di bursa efek Indonesia dipengaruhi suasana optimisme pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari jumat, (29/6)  ditutup menguat 131,91 poin atau 2,33% ke level 5.799,23.

 

Indeks sempat menyentuh level terendah di posisi 5.682,65 dan tertinggi 5.799,23. Hal yang sama terjadi pada indeks LQ45 yang juga naik 23,72 poin atau 2.,69% ke level 904,74.

Tercatat, para investor bertransaksi senilai Rp 8.82 trilyun, dengan frekuensi perdagangan mencapai sebanyak 428,461 kali transaksi, dan volume 342,073 milyar lembar saham yang diperdagangkan. Ada sebanyak 219 saham menguat, 181 melemah dan 100 saham tak bergerak. Investor asing membukukan aksi beli bersih (nett buy) Rp 703,10 milyar.

Tercatat, hampir seluruh sektor saham mengalami penguatan. Sektor saham Industri dasar naik 3,17%, sektor saham pertambangan menguat 2,85% kemudian sektor saham keuangan tumbuh 2,6%.

Saham-saham yang mengalami kenaikan paling tinggi (top gainers) yakni, DILD naik 74 poin atau 25% ke Rp 370 per saham, diikuti CSIS yang menguat 255 poin atau 24,64% ke Rp 1.290 per saham, IIKP naik 50 poin atau 21,74% ke Rp 280 per saham, MDKA naik 520 poin atau 17,45% ke Rp 3.500 per saham dan ATIC naik 120 poin atau 16% ke Rp 870 per saham.

Sedangkan, saham-saham yang turun terdalam (top lossers) antara lain adalah SKLT turun 300 poin atau 25% ke Rp 900 per saham, disusul APII turun 49 poin atau 24,5% ke Rp 151 per saham, SWAT turun 123 poin atau 21,77% ke Rp 442 per saham, lalu BRAM turun 1.250 poin atau 19,84% ke Rp 5.050 per saham dan SDRA turun 150 poin atau 16,67% ke Rp 750 per saham.

Saham teraktif diperdagangkan seperti SWAT dengan 81.955 transaksi senilai Rp 311,10 milyar diikuti saham BMTR sebanyak 19.857 kali senilai Rp 23,98 milyar dan saham ERAA sebanyak 13.491 kali senilai Rp 317,87 milyar.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Iwan Sutiawan

didi
29-06-2018 16:29