Main Menu

Mahkota Grup Resmi Melantai di BEI

didi
12-07-2018 11:13

Mahkota Grup Resmi Melantai di BEI. (GATRA/Didi Kurniawan/FT02)

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com - Perusahaan industri kelapa sawit, PT Mahkota Grup Tbk hari ini meresmikan pencatatan saham perdananya (Initial Public Offering/IPO) di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham MGRO. Perusahaan menjadi emiten ke-28 tahun ini. Sehingga total perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia menjadi 592 emiten.

PT Mahkota Grup Tbk mencatatkan sebanyak-banyaknya 703.688.000 saham baru atau 20% dari modal ditempatkan dengan harga penawaran Rp 225. Sehingga lewat IPO ini perusahaan berharap mendapatkan dana segar sebesar Rp 158,3 milyar.

Bersamaan dengan itu, perusahaan juga mencatatkan seluruh saham biasa atas nama pemegang saham sebelum penawaran umum perdana saham sebesar 2,814 milyar saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum saham perdana. Sehingga jumlah saham yang dicatat perseroan di BEI sebanyak 3,518 milyar saham atau 100% dari modal yang ditempatkan.

Dalam pencatatan perdananya, saham MGRO naik 49,56% atau 112 poin menjadi Rp 338 dari harga penawaran yang sebesar Rp 225. Direktur Utama Mahkota Grup mengatakan, dari hasil IPO ini sebesar 60% akan digunakan untuk pengembangan industri hilir melalui investasi ke Entitas anak PT Mutiara Unggul Lestari, yaitu PT Intan Sejati Andalan yang digunakan untuk pembangunan pabrik Refinery dan Kernel Crushing plant yang berlokasi di Riau.

“Sementara 40% akan digunakan untuk modal kerja ke entitas anak, yaitu Mutiara Unggul Lestari, PT Berlian Inti Mekar, dan PT Intan Sejati Andalan,” katanya di Jakarta, Kamis (12/7).

Selama masa penawaran,  saham MGRO diminati banyak investor baik lokal maupun luar negeri. Alhasil, pemesanan saham perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 2 kali dari total saham yang ditawarkan di mana masa penjatahan telah dilakukan pada tanggal 10 Juli 2018.

"Alami oversubscribed sebanyak dua kali kemarin pas masa penawaran. Kebanyakan yang menyerap itu investor ritel baik lokal maupun asing, mungkin sekitar 70% dari total saham yang ditawarkan. Apalagi MGRO atau perusahaan sudah terkenal dengan baik, khususnya di Sumatera. Jadi banyak investor ritel dari sana," ujar Prama Nugraha, Direktur Panin Sekuritas selaku Penjamin Emisi Efek.

Terkait penetapan harga MGRO di level Rp 225 per saham tersebut, menurut Prama, sudah melalui proses evaluasi. Perusahaan juga melihat (emiten) yang sejenis atau industrinya sama dengan MGRO yakni pengolahan sawit.

"Sementara PER dari MGRO itu sekitar 7 kali, atau cukup atraktif dibanding rata-rata PER industri yaitu sekitar 12 kali," ujar Prama.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Iwan Sutiawan

didi
12-07-2018 11:13