Main Menu

Gapai Pasar Hollywood, MD Pictures Cari Dana di Pasar Modal

didi
13-07-2018 16:17

Penawaran umum perdana saham PT MD Pictures.(GATRA/Didi Kurniawan/re1)

Jakarta, Gatra.com - PT MD Pictures memiliki mimpi besar untuk bisa menembus pasar Hollywood. Untuk merealisasikan rencana ‘Go International’ tersebut, perusahaan pun rela mencari dana di pasar modal guna menjual sebagian sahamnya ke publik melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Dalam aksi ini, perusahaan mengincar dana Rp 416 milyar. MD Pictures akan melelang sebanyak 1.980.953.000 saham biasa atas nama dengan harga Rp 210 per saham. Selain itu, MD Pictures juga akan menerbitkan saham baru dalam rangka pelaksanaan konversi Mandatory Convertible Bond (MCB) senilai Rp 25 milyar atau sekitar 119.047.000 saham biasa.

Saham yang ditawarkan dalam rangka IPO dan saham hasil konversi MCB ini sebesar 19,45% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO dan konversi MCB. Adapun seluruhnya merupakan saham baru yang dikeluarkan dari portepel perseroan.

Pendiri sekaligus Direktur Utama PT MD Pictures, Manoj Punjabi mengatakan, bahwa dengan memperoleh dana dari pasar modal Indonesia, maka pihaknya sudah bisa menjadi bandar di Industri perfilman Tanah Air.

“Dengan dana ini kami bisa rekrut talent, bisa kerja sama dengan siapapun. Saya sudah ada rencana international di Hollywood dan tinggal jalan. Sudah dua tahun belum jalan, dengan 5 juta dollar kami sudah bisa jalan,” ujarnya di Jakarta, Jumat (13/7).

Menurut Manoj, dengan adanya IPO maka fokus perusahaan ke depannya akan berbeda. Perusahaan bakal lebih ekspansif lagi dengan membuat film-film yang kualitasnya bisa dibawa ke level internasional. “Jadi tidak ada limit untuk rekrut talent, infrastruktur studio dikembangkan, dan lain-lain. Untuk film di Hollywood ini jadi mimpi saya sejak di MD, sekarang bisa jadi dengan IPO,” jelasnya.

Nantinya seluruh dana hasil IPO ini akan dipergunakan untuk modal kerja, seperti membiayai penambahan produksi film, kontrak ekslusif (lock up) dengan artis dan sutradara, pengembangan HAKI, dan pengembangan film animasi. Dalam aksi korporasi ini, perusahaan bidang studio perfilman ini, dibantu oleh PT NH Korindo Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Adapun masa penawaran awal berlangsung pada 11-17 Juli 2018 dan diharapkan bisa mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 23 Juli 2018. Sementara itu, masa penawaran umum diperkirakan pada 25-31 Juli 2018 dan tanggal penjatahan pada 2 Agustus 2018. Tanggal distribusi saham dan refund secara elektronik diperkirakan pada 6 Agustus 2018, serta diharapkan bisa dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Agustus 2018.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Iwan Sutiawan

didi
13-07-2018 16:17