Main Menu

Pemda Bisa Terbitkan Obligasi Daerah Rp 1,2 Trilyun

didi
10-08-2018 14:06

Ilustrasi.(Shutterstock/re1)

Jakarta, Gatra.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa pemerintah daerah (Pemda) ditargetkan bisa menerbitkan obligasi daerah hingga mencapai Rp 1,2 trilyun. Komisioner Pengawas Pasar Modal I OJK, Djustini Septiana menyebutkan bila pada tahap pertama dana yang bisa diraih dari hasil penerbitan obligasi daerah diharapkan bisa sebesar Rp 600 milyar.

“Tapi info terakhir masih tergantung interest rate yang saat ini masih ditunggu. Kalau terlalu mahal mungkin akan di-switch tapi project tidak berubah,” katanya di Jakarta, Jumat (10/8).

Ia menjelaskan, langkah-langkah penerbitan obligasi daerah OJK menjadi perhentian terakhir. Pasalnya, setelah memperoleh izin prinsip, Pemda harus terlebih dahulu memasukkan pendaftaran ke Kementerian Keuangan untuk memperoleh izin.

“Jadi targetnya memang efektif di akhir Desember oleh OJK dan penawarannya di awal Januari. Karena ini memang di-setting untuk mendekati akun budget per tahun pemda,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen mengungkapkan jika memang Jawa Tengah akan menjadi daerah pertama yang akan melakukan penerbitan obligasi daerah tersebut.

“Pilot di Jawa Tengah, sekarang dalam proses mendapatkan persetujuan dari DPRD. Jadi masih berlangsung, kalau ditanya kapan dan sejauh mana Pemda dan DPRD bisa memberikan persetujuan,” ujarnya.

Pengawas Pasar Modal II OJK, Fakhri Hilmi menyebutkan jika peraturan daerah (Perda) terkait obligasi daerah diharapkan bisa selesai di September tahun ini. Sehingga, penerapan obligasi daerah di Jawa Tengah bisa dilakukan tahun ini. Pasalnya, pihak OJK sudah menyiapkan aturan dan infrastruktur untuk penerapan obligasi daerah.

“Kami memang mengharapkan bisa tahun ini. Sampai dengan Agustus atau paling lambat September memang baru bisa keluarkan perda, sehingga Oktober atau November sudah bisa pilot project sehingga target bersama memang akhir tahun, tapi bergantung kesiapan dari pemda sendiri. Kami regulator sudah siap peraturan dan infastrukturnya kita tunggu dari pemda untuk filling project,” paparnya. 


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Iwan Sutiawan 

didi
10-08-2018 14:06