Main Menu

IHSG Anjlok Dalam, Pengaruh Krisis Turki

didi
13-08-2018 16:38

Ilustrasi - IHSG Melemah. (ANTARA/reno Esnir/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin anjlok pada penutupan perdagangan hari ini. IHSG turun 215,9 poin atau 3,55% ke level 5.861,24.

Menutup perdagangan hari ini, Senin (13/8), cuma 52 saham menguat, 366 saham melemah, dan 88 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp7,7 trilyun dari 8,8 milyar saham diperdagangkan.

Indeks LQ45 turun 39,85 poin atau 4,1% menjadi 923,23, indeks Jakarta Islamic Index (JII) turun 24,36 poin atau 3,7% ke 640,52, indeks IDX30 turun 21,9 poin atau 4,2% ke 502,25.

Seluruh penggerak IHSG bergerak melemah, dengan sektor keuangan anjlok paling besar 4,2%, kemudian disusul industri dasar 4,0% dan infrastruktur turun 3,14%.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Investa Saran Mandiri, Hans Kwee mengatakan, terkoreksinya IHSG hari ini lebih disebabkan faktor eksternal. Seperti diketahui, saat ini terjadi krisis finansial di Turki.

“Kalau kita lihat ada krisis di Turki jadi ini pengaruhi pasar. Karena pelemahan Turki. Kebanyakan faktor eksternal. Tapi kondisi current account defisit Indoensia itu juga pengaruhi pasar,” ujarnya.

Lebih lanjut Ia menyebutkan saat ini pasar juga sudah naik cukup tinggi. Sehingga, saat ini pasar sedang dalam posisi jenuh.

“Pasar juga agak jenuh karena kenaikan agak banyak. Pasar juga khawatir krisis di turki merebak apa tidak. Karena exposure bank eropa cukup banyak di Turki,” jelasnya.

Ia memandang, pasar akan melihat terlebih dahulu seberapa besar dampak dari krisis finansial yang memimpa Turki. Sehingga, kemungkinan indeks masih akan mengalami pelemahan.

“Kita akan lihat dalam sepekan ini berapa besar tekanan dari pasar. Kalau hari ini terkoreksi besok bisa rebound karena cukup dalam. Tapi kalo tekanan di Turki akan turun lagi. Setelah itu akan coba dicerna pasar. Kalau menyebar akan terkoreksi lagi,” pungkasnya.


Reporter : Didi Kurniawan
Editor : Mukhlison 

didi
13-08-2018 16:38