Main Menu

Jelang Idul Adha, Harga Daging Ayam di Cilacap Turun

G.A Guritno
16-08-2018 03:53

Penjualan daging ayam potong di Cilacap. (GATRA/Ridlo Susanto/FT02)

Cilacap, Gatra.com – Menjelang Idul Adha 1439 Hijriyah, harga daging ayam di pasar tradisional di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah berangsur turun setelah dua bulan bertahan tinggi sejak Lebaran Idul Fitri lalu.



Seorang pedagang ayam di Pasar Karang Pucung, Harsono mengatakan saat ini harga daging ayam sayur Rp 33 ribu per kilogram (kg). Menurut dia, penurunan harga berlangsung bertahap sejak seminggu terakhir. Yakni dari Rp 36 ribu ke Rp 34 ribu, kemudian turun lagi menjadi Rp 33 ribu per kg.

“Ayam sayur sudah turun, sudah dua tiga pasaran terakhir. Pasaran kemarin masih Rp 34 ribu per kg, sekarang Rp 33 ribu per kg, sudah mulai turun,” kata Harsono, Rabu (15/8).

Tak hanya itu, kata dia, daging ayam kampung pun turun dari sebelumnya Rp 70 ribu kembali turun menjadi Rp 65 ribu per kg.

Dia mengungkapkan, sebelumnya harga daging ayam di pasar tradisional Cilacap berkisar antara Rp 38 ribu – Rp 40 ribu per kg, atau hanya turun sedikit dari puncak tertinggi harga daging ayam sayur yang mencapai Rp 41 ribu pada Lebaran Idul Fitri dua bulan yang lalu.

Dia menduga penurunan ini disebabkan semakin dekatnya hari raya Idul Adha 1439 Hijriyah. Menurut dia, saat itu banyak daging hewan kurban yang dibagikan sehingga permintaan daging ayam menurun.

Saat ini pedagang lebih banyak mengandalkan pembelian skala besar, untuk keperluan hajatan pernikahan atau sunat, atau selamatan lainnya.

“Idul Adha pengaruh ya. Karena ada daging kurban. Pembeli berkurang. Kecuali yang punya acara hajatan,” ujarnya.

Sementara, harga beras dan kebutuhan pokok lainnya cenderung stabil. Pedagang beras di pasar yang sama, Suyanto mengatakan beras medium dijual Rp 9.500 per kg. Adapun beras premium atau berkategori bagus dijual Rp 12 ribu per kg.

Menurut Suyanto, permintaan beras menjelang hari raya Idul Adha ini relatif stabil. Ini berbeda dengan permintaan beras menjelang perayaan Idul Fitri yang cenderung naik menjelang hari H.

Dia menambahkan, stabilnya harga beras juga dipengaruhi musim panen yang baru selesai, 1,5 bulan yang lalu. Dengan demikian, cadangan gabah dan beras pun masih melimpah.


Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
16-08-2018 03:53