Main Menu

Harga Udang Rebon Jatuh, Ribuan Nelayan Cilacap Mogok Melaut

G.A Guritno
24-08-2018 15:35

Udang hasil tangkapan nelayan, di TPI Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC). (GATRA/Ridlo Susanto/FT02)

Cilacap, Gatra.com – Ribuan nelayan di Cilacap, Jawa Tengah Kamis lalu (23/8) mogok melaut akibat turunnya harga udang rebon pada musim panen raya kali ini.



Ketua KUD Mino Saroyo, Untung Jayanto mengakui, harga udang rebon sempat jatuh hingga titik terendah. Udang rebon besar atau rebon badak per kilogram (kg) hanya berharga Rp 8.000 – Rp 10.000, adapun udang rebon ukuran sedang hanya dihargai Rp 5.000 per kg. Paling rendah adalah udang rebon kecil atau ampas, yang hanya dihargai kisaran Rp 3.000 per kg.

“Kemarin memang ada sedikit permainan dari pengepul atau pemilik lapak. Makanya, kemarin kan nelayan sempat ada sehari tidak melaut, hari kemarin,” katanya, Jumat (24/8).

Dia menduga jatuhnya harga udang rebon disebabkan permainan para tengkulak atau pengepul yang menyuplai ke pengusaha. Akibat permainan ini, nelayan mogok melaut. Mereka menuntut agar harga udang rebon dinaikkan, seperti dalam kondisi normal.

Untung menjelaskan, pada Kamis sore (24/8), KUD Mino Saroyo mempertemukan nelayan dengan pengusaha oven, Diperoleh kesepakatan, harga rebon besar minimal Rp 30 ribu, harga udang sedang Rp 15 ribu, dan udang rebon kecil Rp 6.000 per kg.

“Langsung nelayan kami pertemukan dengan pengusaha udang rebon yang oven. Yang investornya dari Cina. Alhamdulillah, kemarin ada kesepakatan harga (terendah), yang besar itu Rp 30 ribu, yang sedang, dalam bahasa nelayan disebut Demere Rp 15 ribu,” ujarnya.

Menurut dia harga ini adalah harga terendah saat bukaan lelang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Dengan begitu, harga diperkirakan akan naik seiring berlangsungnya lelang. Usai bertemu dengan pengusaha pengolahan udang rebon atau eksportir, hari ini nelayan kembali melaut.

Untung mengemukakan, usai kesepakatan itu, hari ini nelayan sudah kembali melaut. Dalam sehari, nelayan Cilacap mampu menangkap sekitar 100 ton udang rebon campuran. Udang ini kemudian akan dikeringkan dan diekspor ke China.

“Hari ini sudah kembali melaut,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan, sempat ada kabar bahwa jatuhnya harga akibat masuknya udang rebon tangkapan nelayan daerah lainnya, seperti Pangandaran. Namun, pengusaha beralasan bahwa tiap hari mesin oven memerlukan jumlah minimal sekali produksi. Udang rebon dari Cilacap disebut tak memenuhi kapasitas produksi mesin oven.

Menurut dia, nelayan Cilacap dalam pertemuan itu juga sepakat untuk tak mempermasalahkan udang daerah lain yang masuk ke Cilacap. Namun, dengan catatan harga udang rebon sesuai dengan yang telah disepakati.

“Pengusaha juga minta agar udang dari daerah lain tetap masuk agar kapasitas produksi terpenuhi,” jelasnya.

Reporter: Ridlo Susanto
Editor: G.A. Guritno

G.A Guritno
24-08-2018 15:35