Main Menu

Kisah Kalsum Harni, Kader Sukses BPJS Kesehatan dari Palembang

Mukhlison Sri Widodo
25-08-2018 19:42

Direktur Utama BPJS Kesehatan bersama Ibu Kalsum Harni.(Dok. BPJS Kesehatan/re1)

Jakarta, Gatra.com - Sejak setahun ini, BPJS Kesehatan mendorong sosialisasi kepesertaan asuransi kesehatan masyarakat JKN-KIS melalui relawan. 

 

Kader BPJS Kesehatan, begitu mereka biasa disebut, memasyarakatkan kepesertaan asuransi kesehatan ini dari pintu ke pintu. 

Program Kader ini dihadirkan sebagai upaya BPJS Kesehatan melibatkan masyarakat dalam program nasional ini. 

Sesuai dengan motto BPJS Kesehatan “Dengan Gotong Royong Semua Tertolong” maka program Kader ini makin memperkuat lembaga ini sebagai lembaga negara yang menyelenggarakan penjaminan kesehatan.

Salah satu kader BPJS Kesehatan yang punya prestasi menonjol adalah Kalsum Harni, 54 tahun dari Palembang, Sumatera Selatan. 

Dalam waktu setahun ia bisa membuktikan menjadi kader terbaik dalam hal kolektabilitas dan jumlah orang yang diampunya. Di rumahnya, di ruang tamu, berderet piagam penghargaan dari BPJS Kesehatan.

Kalsum, mengaku tugas mensosialisasikan BPJS kesehatan ini selalu dijalani dengan ikhlas. Ia juga punya cara sendiri saat mengedukasi masyarakat. “Saya datang bukan sebagai kader, tapi sebagai kawan,” katanya, seperti dikutip dari rilis yang diterima GATRA. 

Kalsum menjiwai profesi kader ini karena berangkat dari pengalaman dirinya sebelumnya. Saat mengurus ibunya yang sakit di rumah sakit. Berbekal pahit-manis merawat ibunya yang sakit itu ia bertekad membantu orang lain. 

Ia mulai terjun di Posyandu, dan makin merasuk dengan aktif sebagai kader BPJS Kesehatan.

Prestasi dan totalitas kerja Kalsum juga didengar Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris. Dalam kunjungan Fahmi Idris ke rumah Kalsum pada 14 Agustus lalu, Kalsum menceritakan suka dukanya selama menjadi Kader JKN-KIS. 

Mulai dari mendapatkan penolakan dari peserta yang dikunjungi, dianggap penipuan, mendapatkan komplain dan juga keluhan peserta yang menolak membayar dikarenakan pengalaman yang tidak memuaskan pada saat mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Namun karena kegigihan dan kesabarannya dalam mengedukasi peserta untuk  melakukan pembayaran tunggakkan berbuah manis yaitu peserta yang menjadi binaannya akhirnya membayar tunggakkan dan menjadikan Kalsum sebagai kader JKN-KIS terbaik di wilayah Kantor Cabang Palembang.

"Biasanya saya keluar rumah untuk melakukan kunjungan ke peserta menunggak mulai pukul 09.00 pagi s.d pukul 05.00 sore. Kunjungan kepada peserta meenunggak ini mempunyai tantangan karena peserta yg dikunjungi biasanya tidak langsung bersedia melakukan pembayaran. Ini tantangan tersendiri bagi masing-masing Kader JKN," cerita Kalsum.

Kalsum Harni awalnya adalah kader posyandu di lingkungan Kelurahan Kalidoni telah terbiasa membantu warga yang ingin mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS. Saat BPJS Kesehatan Cabang Palembang membuka kesempatan menjadi Kader JKN-KIS, Kalsum mengajukan lamaran dan setelah melalui proses wawancara seleksi maka Kalsum resmi menjadi Kader JKN-KIS dengan daerah binaan kelurahan kalidoni.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris berpesan agar Kalsum tetap ikhlas dalam menjalankan tugasnya menjadi kader dan membantu masyarakat dalam mendapatkan pelayanan JKN-KIS.

"Kami harapkan akan lahir Kalsum Harni yang lain dalam barisan Kader JKN-KIS yang turut serta menjaga keberlangsungan program JKN-KIS," ujar Fachmi. 


Editor : Mukhlison 

Mukhlison Sri Widodo
25-08-2018 19:42