Main Menu

Depresiasi Rupiah Tidak Akan Rugikan Investor

Abdul Rozak
10-09-2018 18:58

Deputi I Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir .(Dok.Kominfo/re1)

Jakarta, Gatra.com - Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) dipastikan tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi nasional. Kebijakan diambil secara hati-hati dan tidak meresahkan investor.

 

Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD, pemerintah fokus mengejar pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan tinggi. Hal itu disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir.

"Di tengah ketidakpastian tentu kita tidak mengeluarkan kebijakan yang buat investor khawatir. Apalagi sampai memperlambat pertumbuhan ekonomi," ungkap Iskandar di Gedung Kementerian Kominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (10/9).

Iskandar menambahkan, pemerintah menjamin tidak membuat ketidakpastian baru yang merugikan investor, misalnya dengan mengubah UU terkait fiskal atau sektor riil ekonomi. Saat ini Indonesia membutuhkan aliran modal khususnya di pasar valas. Maka dari itu pemerintah dan BI terus menciptakan pendalaman pasar agar investor terpikat lagi masuk ke Indonesia.

"Kita pastikan risiko nilai tukar dalam hal mengkonversikan [ke dolar] sudah terjaga. Kita tidak akan buat kebijakan baru yang menimbulkan ketidakpastian," lanjutnya.

Pemerintah membuat kebijakan untuk mengurangi tekanan defisit transaksi berjalan dengan mendorong aliran modal masuk (capital inflow). Antara lain dengan memberikan fasilitas swap bagi eksportir dan importir terkait kebutuhan USD dari Bank Indonesia (BI).

Selain itu, BI juga menyiapkan mekanisme untuk mendorong konversi Dana Hasil Ekspor (DHE). "Di luar itu tentu saja bagaimana menggerakan volume ekspor kita ke pasar-pasar baru," jelas Iskandar.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Iwan Sutiawan

Abdul Rozak
10-09-2018 18:58