Main Menu

Jelang Rapat The Fed, BI Masih Tahan Suku Bunga Acuan 7,5%

Januar
17-09-2015 20:37

Bank Indonesia (GATRA/Rifki M Irsyad)

Jakarta, GATRAnews - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17 September 2015 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 7,50%, dengan suku bunga Deposit Facility 5,50% dan Lending Facility pada level 8,00%. Kebijakan ini diharapkan membawa inflasi menuju pada kisaran sasaran sebesar 4±1% di 2015 dan 2016. 

 

 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Sagara mengatakn keputusan tersebut juga sebagai bagian dari langkah Bank Indonesia dalam mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga kebijakan Bank Sentral AS. "Fokus kebijakan Bank Indonesia dalam jangka pendek tetap diarahkan pada langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar," kata Tirta, Kamis (17/9).

 

Ia mengatakan BI tetap akan memantau terus faktor ekonomi global terutama hasil keputusan The Fed yang rencananya dilakukan pada 17 September ini waktu AS. "BI kan terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial untuk memastikan tetap terjaganya stabilitas makroekonomi, khususnya stabilitas nilai tukar, dan stabilitas sistem keuangan dalam mendukung kesinambungan perekonomian," kata Tirta. 

 

Selain itu, BI juga memandang positif paket kebijakan Pemerintah yang diluncurkan pada tanggal 9 September 2015 sebagai langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan reformasi struktural yang diperlukan dalam memperkuat perekonomian Indonesia.

 

"Ke depan, koordinasi dengan Pemerintah akan terus diperkuat untuk mendukung efektivitas dan konsistensi kebijakan struktural yang menjadi kunci perbaikan prospek ekonomi Indonesia," katanya.

 

BI juga memandang perlambatan ekonomi global tersebut terutama bersumber dari masih terbatasnya pertumbuhan ekonomi emerging market, khususnya Tiongkok. Ekonomi AS diperkirakan tumbuh lebih tinggi dari perkiraan semula, didukung oleh perbaikan konsumsi. 

 

Namun, devaluasi Yuan diperkirakan dapat menurunkan ekspor AS dan inflasi dibawah targetnya. Dengan perkembangan tersebut, risiko ketidakpastian kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) di AS masih terus berlanjut dengan kemungkinan waktu kenaikan FFR yang cenderung mundur ke akhir tahun.

 

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Eropa diperkirakan terus membaik, ditopang oleh kuatnya permintaan domestik dan keyakinan konsumen ke depan. 

 

Sebelumnya, BI juga memperkirakan secara keseluruhan tahun, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada pada kisaran 4,7-5,1% pada 2015.


Reporter: Januar Rizki

Editor: Dani Hamdani

Januar
17-09-2015 20:37