Main Menu

Bank BTN Targetkan Zero Fraud dalam Operasional Perusahaan

didi
06-11-2015 15:44

Bank Tabungan Negara (Dok.GATRA/Abdul Malik)

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan zero fraud (nihil penyimpangan) dalam operasional perusahaan. Untuk mencapai hal tersebut, salah satu yang dilakukan BTN dengan mengintegrasikan sistem governance risk management dan compliance (GRC). Penerapan sistem ini adalah untuk mencegah terjadinya fraud di perbankan.

Direktur BTN Irman Alvian Zahiruddin, di Jakarta, Jumat (6/11), menjelaskan, risk management adalah sebagai pilar kedua dari bank di mana dalam prosesnya harus memberikan nilai tambah kepada bisnis bank. Salah satunya dalam pelaksanaan proses kredit melalui dua jalur yakni melihat kelayakan bisnis dan menganalisa cash flow nasabah.

"Kenyataannya pelaksanaan fraud itu juga makin canggih dan oleh karenanya harus diikuti dengan security sistem bank yang canggih. Dan BTN sudah mengimpementasikan itu dalam pelaksanaan proses bisnisnya," ujarnya.

Menurutnya, zero fraud itu adalah target semua bank termasuk BTN. Tahun ini GCG dan Risk Management di BTN akan diintegrasikan menjadi integrated GRC (Governance Risk Management dan Compliance). Dengan integrasi GRC dan transformasi kultur di seluruh lini diharapkan pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik dan berkelas internasional dapat diimplementasikan secara menyeluruh di BTN.

"Intinya bagaimana kita bisa meningkatkan integrasi ini dengan dampak yang maksimum di bank BTN," tuturnya.

Penerapan good corporate governance (GCG) di BTN sudah semakin baik, hal ini terlihat dari berbagai penghargaan yang telah diterima BTN dalam Anugerah Perbankan Indonesia 2015.

"Ini bentuk kerja nyata kami membuahkan hasil. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi BTN agar bisa berbuat lebih baik lagi," katanya.

Dalam Anugerah Perbankan Indonesia 2015 yang diselenggarakan oleh Perbanas itu, Bank BTN mendapatkan penghargaan sebagai bank dengan peringkat I untuk kelompok bank buku III dengan asset diatas Rp 100 trilyun. Penghargaan tersebut sudah melalui proses dengan menilai 10 aspek antara lain mengenai finance value creation, efficiency dan profit, GCG, risk management, human capital, marketing, IT, corporate communication dan CSR.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
06-11-2015 15:44