Main Menu

Buyung Poetra Sembada Siap Listing di BEI

didi
18-11-2015 17:14

Jakarta, GATRAnews - PT Buyung Poetra Sembada berencana untuk "melantai" di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melaksanakan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Dalam aksi ini, Buyung Poetra menawarkan sahamnya di kisaran harga Rp 420-500 per saham.

Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan distribusi beras premium ini, menawarkan saham ke publik sebanyak-banyaknya 710 juta lembar saham atau 30,08 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Artinya, Buyung Poetra berharap akan memperoleh dana segar sebesar Rp 298,20 milyar hingga Rp 355 milyar. "Harga perdana saham pada kisaran Rp 420 sampai Rp 500 per saham," ujar Novita Lubis, Direktur PT Bahana Securities, selaku penjamin emisi IPO, di Jakarta, Rabu (18/11).

Nantinya, dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dialokasikan seluruhnya untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku beras dan bahan penunjang produksi. Buyung Poetra dalam IPO ini telah menunjuk PT Bahana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Rencana jadwal masa penawaran awal pada 18-26 November 2015, perkiraan tanggal efektif 8 Desember, perkiraan masa penawaran umum pada 10-11 Desember, perkiraan tanggal penjatahan 14 Desember. Sementara, distribusi saham secara elektronik 15 Desember, tanggal pengembalian uang pemesanan 15 Desember, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 16 Desember 2015.

Buyung Poetra pada 2016 akan menganggarkan dana sebesar Rp 40 milyar untuk belanja modal (capital expenditure/capex). Presiden Direktur Buyung Poetra Sembada, Sukarto Bujung mengatakan, dana tersebut akan digunakan untuk melakukan pembangunan pabrik pengolahan beras.

Menurut Sukarto, dana tersebuit akan berasal dari dana kas internal. "Ini bukan dari dana IPO. Seluruhnya dari dana internal," ujarnya.

Pihaknya berencana akan membangun dua pabrik dalam jangka waktu dua tahun. Buyung Poetra saat ini tengah mencari lahan untuk melakukan pembangunan pabrik di Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan.

"Pabrik bangun satu tahun depan, tahun depannya satu lagi. Yang akan dibangun yang didapat dulu lahannya. Pembangunannya akan memakan waktu setahun untuk satu pabrik," terangnya.

Ia menuturkan, saat ini Buyung Poetra memiliki satu pabrik dengan kapasitas sebesar 50 ribu ton per tahun. Kemungkinan, pabrik yang akan dibangun tersebut akan sama dengan pabrik yang telah dimiliki saat ini.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
18-11-2015 17:14