Main Menu

BI Ajak Masyarakat Cintai Rupiah

didi
19-11-2015 22:54

Bank Indonesia (GATRA/Rifki M Irsyad)

Jakarta, GATRAnews - Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat untuk semakin mengenal sistem pembayaran nontunai sekaligus mencintai mata uang Rupiah, dengan menyelenggarakan Festival Cinta Nontunai, Cinta Rupiah, di FX Sudirman, Jakarta, pada 19 - 21 November 2015.

Dalam kegiatan itu, Bank Indonesia menggandeng perbankan, kegiatan usaha penukaran valuta asing dan perusahaan pengembang inovasi jasa sistem pembayaran, untuk bersama-sama memberi edukasi kepada masyarakat.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara mengatakan, kegiatan bertujuan mendorong masyarakat untuk menggunakan alat pembayaran nontunai, khususnya uang elektronik, mengingat keunggulannya dalam hal efisiensi, kemudahan dan keamanan.

Sejalan dengan itu, kegiatan ini diharapkan dapat mengajak masyarakat untuk lebih mencintai rupiah dan menggunakannya dalam setiap transaksi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Pada Oktober 2015, terdapat 9 bank yang bertindak sebagai penerbit Uang Elektronik dan 11 penerbit nonbank," ujarnya, dalam keterangan resmi, di Jakarta, Kamis (19/11).

Saat ini, jumlah uang elektronik yang telah beredar mencapai lebih dari 43 juta instrument, dengan volume transaksi sebanyak kurang lebih 450 juta dan nilai nominal senilai Rp4,3 trilyun.

"Hal ini menunjukkan bahwa uang elektronik mulai digunakan oleh masyarakat Indonesia. Penggunaan uang elektronik dalam aktivitas sehari-hari banyak digunakan untuk transaksi yang nilainya relatif kecil seperti biaya parkir, pembayaran tol dan transportasi," kata Tirta.

Festival Cinta Nontunai, Cinta Rupiah merupakan kelanjutan dari pencanangan Gerakan Nasional Nontunai (GNNT) pada 14 Agustus 2014 yang lalu.

Kegiatan ini adalah bagian dari pelaksanaan empat aspek utama yang menjadi sasaran GNNT, yaitu perubahan budaya masyarakat ke arah non tunai, perluasan layanan pembayaran non tunai, pengembangan infrastruktur pendukung dan harmonisasi ketentuan.

"Dalam pelaksanaan GNNT, dibutuhkan dukungan seluruh pihak, baik perbankan selaku penerbit instrumen nontunai, pelaku industri, pedagang atau merchant, dan sektor layanan publik lainnya. Selanjutnya, diharapkan Indonesia pun akan semakin akrab dengan sistem pembayaran nontunai," jelasnya.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
19-11-2015 22:54