Main Menu

BTN Akad Kredit 6.600 KPR dalam Sehari

didi
25-11-2015 12:53

Bank Tabungan Negara (Dok.GATRA/Abdul Malik)

Jakarta, GATRAnews - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus mendorong realisasi KPR dalam mendukung tercapainya target program satu juta rumah tahun 2015. Menurut Direktur Utama Bank BTN Maryono, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (25/11), pihaknya telah melakukan akad kredit 6.600 KPR di beberapa kantor cabang yang dilakukan secara serentak dalam sehari.

"Ini adalah inisiatif korporasi dalam mendorong program satu juta rumah. 6.600 KPR itu, ekuivalen sekitar Rp1,1 trilyun," ujar Maryono.

Ia menyatakan hal tersebut, usai menyaksikan penandatanganan akad kredit 6.600 KPR dalam sehari di Makassar. Maryono menjelaskan 6.600 debitur proses akad kredit KPR dalam sehari itu sekaligus menjawab BTN dalam kondisi pendanaan yang sangat aman dan sangat siap dalam mendukung program satu juta rumah.

"Sejak awal kami menegaskan bahwa BTN siap menjadi motor penggerak dalam program satu juta rumah. Meskipun demikian, karena ini bukan menjadi tugas dan tanggung jawab BTN sendiri, maka semua pihak terkait di negeri ini harus memberikan dukungan karena ini adalah program pemerintah untuk rakyat," tegasnya.

BTN sebelumnya telah melakukan hal yang sama untuk salah satu kantor cabang di Tangerang dengan realisasi kredit sebanyak 1.000 KPR dalam sehari. Tahun 2010 BTN pun juga pernah melakukan realisasi kredit sebanyak 5.557 dalam sehari. Realisasi kredit ini telah tercatat dalam MURI sebagai realisasi kredit terbanyak dalam sehari.

"Jadi yang kami lakukan pada hari ini adalah akad kredit KPR terbanyak sepanjang sejarah dengan jumlah 6.600 KPR dalam sehari. Oleh karena itu bertepatan dengan hari ulang tahun KPR ke-39 yang jatuh pada tanggal 10 Desember, kami akan mematenkannya dalam Museum Rekor Indoesia (MURI) sebagai bank dengan akad kredit terbanyak dalam sehari. Rekor ini mengalahkan apa yang sudah kami dapatkan pada tahun 2010," kata Maryono.

Model seperti yang BTN lakukan ini, menurutnya, memberikan ruang kesiapan para pelaku pembangunan perumahan dan bank termasuk pihak terkait dalam pembiayaan perumahan. Ini akan menjadi pendorong semangat untuk bagaimana kita semua yang terlibat dalam pembiayaan perumahan terpacu untuk merealisasikannya.

"Ruang kredit untuk tumbuh akan terbuka dan peluang masyarakat punya rumah juga akan terbuka. Termasuk dalam hal ini bisnis para pengembang akan berpotensi untuk tumbuh," tuturnya.

BTN meggagas gerakan ini sebagai inisiatif bisnis dan layanan perseroan kepada para mitra dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah di Indonesia. Permintaan rumah masih sangat tinggi untuk kelas menengah bawah. Maryono mengatakan, ini peluang bisnis dan tidak bisa dibiarkan begitu saja, dan harus direspon karena potensinya ada.

"Pengembang dapat membangun rumah dan kami perbankan dapat menyalurkan KPR. Sekaligus dengan ini akan mengurangi backlog pemenuhan kebutuhan rumah dalam negeri," jelasnya.

Maryono mengatakan melalui berbagai aksi korporasi dan peningkatan kualitas infrastruktur bisnis yang dilakukan Bank BTN, pihaknya optimistis mampu mendukung pembiayaan program sejuta rumah, sekaligus menopang kinerja perseroan.

"Ini adalah komitmen Bank BTN, sebagai bank milik negara, memberikan dukungan bagi suksesnya program pemerintah sekaligus mewujudkan hak asasi seluruh warga negara Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pokoknya akan sebuah rumah yang layak dengan cara mudah, cepat dan murah," pungkasnya.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
25-11-2015 12:53