Main Menu

BI Catat 70% Transaksi Dalam Negeri Masih Pakai Mata Uang Asing

Januar
14-12-2015 12:18

Bank Indonesia (GATRA/Rifki M Irsyad)

Jakarta, GATRAnews - Bank Indonesia menilai kesadaran menggunakan mata uang Rupiah dalam transaksi bisnis di Indonesia masih sangat rendah. BI mencatat dari total transaksi sebesar US$ 8 miliar yang seharusnya menggunakan Rupiah ternyata 70% masih menggunakan mata uang asing atau valas.

 

“Penggunaan mata uang dalam transaksi Rupiah di dalam negeri harus disiplin. Tercatat 70% dari US$ 8 miliar transaksi yang harusnya dibayar dengan Rupiah ternyata masih memakai valas,” kata Gubernur BI, Agus Dermawan Winarto Marto Wardojo saat dijumpai dalam acara Temu Akhir Tahun 2015 di Jakarta, Senin (14/12).

 

Agus menambahkan BI dan pemerintah telah menetapkan aturan untuk memperketat penggunaan valas dalam transaksi-transaksi yang seharusnya menggunakan Rupiah. BI siap memberikan sanksi kepada para pelaku usaha yang tetap menggunakan valas yang tidak sesuai dengan peraturan.

 

“Tahun ini masih dalam tahap sosialisasi. Kebijakan Rupiah di dalam negeri dasarnya Undang-Undang. Dan ada ancaman yang tidak sederhana. Tahun depan akan ada enforcement yang keras jika masih ada pelanggaran,” kata Agus.

 

Agus mengatakan tingginya penggunaan valas berdampak buruk terhadap posisi nilai tukar Rupiah. Pasalnya, permintaan terhadap valas yang meningkat menyebabkan posisi Rupiah menjadi tertekan. “Tingginya ekses demand valas dipengaruhi penggunaan valas untuk transaksi usaha di dalam negeri,” kata Agus.


Reporter: Januar Rizki

Editor: Dani Hamdani 

Januar
14-12-2015 12:18