Main Menu

The Fed Naikkan Suku Bunga, BI Berharap Pasar Keuangan Stabil

Januar
17-12-2015 10:42

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara (Gatra/Ardi Widi Yansah)

Jakarta, GATRAnews - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan BI telah mempersiapkan diri menghadapi keputusan bank sentral Amerika Serikat untuk menaikkan suku bunga acuannya pada Kamis (17/12). Ia mengatakan kenaikan suku bunga acuan tersebut sebesar 0,25% dan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 3% sudah diprediksi sebelumnya.

 

“Kalau naiknya 0,25% sudah sesuai ekspektasi dan pasar akan tenang. Tetapi bukan cuma tentang kenaikan saja, dalam press realese-nya pasar akan coba mengintepretasikan seberapa cepat kenaikan kedua dan ketiga. Dari 0,25% jadi 3%,” kata Mirza saat dijumpai di Gedung DPR RI usai Rapat Dengar Pendapat Anggaran BI Tahun 2016, Rabu (16/12) dini hari.

 

Mirza berharap The Fed menaikkan suku bunganya secara bertahap. Ia khawatir apabila The Fed menaikkannya secara langsung dapat menimbulkan gejolak di pasar keuangan Indonesia. “Sekarang, perjalanan itu bisa berapa cepat. Kalau dilakukan secara perlahan-lahan mudah-mudahan pasarnya akan tenang,” kata Mirza.

 

Menurut Mirza, keputusan The Fed hari ini sangat memengaruhi kondisi ekonomi Indonesia. Hal ini karena ketergantungan Indonesia terhadap mata uang asing sangat besar. “Faktor kebijakan moneter The Fed ini penting sekali. Ini karena ketergantungan Indonesia terhadap moneter luar negeri besar sekali,” katanya.

 

The Fed sendiri baru saja memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan 0,25% pada Rabu (16/12) waktu setempat. Kenaikan ini adalah pertama kali sejak 2008 silam setelah The Fed sebelumnya menetapkan suku bunga hampir 0%.


Reporter: Januar Rizki 

Editor: Dani Hamdani 

Januar
17-12-2015 10:42