Main Menu

Bentuk FKPPPK, Kemenkeu, BI, dan OJK Ingin Pasar Keuangan Lebih Dalam

Januar
08-04-2016 09:55

Menteri Keuangan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro (GATRAnews/Abdurachman/AR7)

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Keuangan, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan membentuk resmi membentuk Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan Pasar Keuangan (FKPPPK). Peresmian forum tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding) yang dihelat di Gedung Kemenkeu, Jumat (8/4).

 

Menteri Keuangan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan pembentukan forum ini diharapkan semakin memperdalam pasar keuangan di Indonesia. Dibandingkan dengan negara Asean lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Filipina.

 

“Saat ini kalau bicara pasar keuangan Indonesia tentu belum optimal. Bisa dilihat dana pihak ketiga itu masih rendah hanya 40,7% dari PDB. Dibanding Singapura sudah 137%, Malaysia 94% dan Filipina 55%. Nilai transaksi di pasar modal hanya 45,2% dari PDB, Thailand sudah 104% dan Malaysia 156%,” kata Bambang.

 

Bambang melanjutkan pedalaman pasar keuangan perlu dilakukan untuk meningkatkan pembiayaan nasional. Pasalnya, selama ini pembiayaan pembangunan nasional masih bertumpu pada perbankan sedangkan sektor industri keuangan non bank belum maksimal.

 

“Dari angka itu keberadaan pasar keuangan punya faktor penting untuk ketersediaan dana bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi tinggi, berkesinambungan dan inklusif. Pemerintah sepakat perlu pembangunan pasar keuangan yang komprehensif. Kami sadar banyak upaya inisiatif harus kami lakukan untuk mendukung pembiayaan nasional,” kata Bambang.

 

Dalam acara penandatangan tersebut dihadiri Gubernur Bank Indonesia, Agus Dermawan Winarto Martowardojo dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Muliaman Dermawan Hadad.

 

“Dengan sinergi ini (FKPPPK) jadi harapan bersama agar Indonesia punya pasar keuangan yang dalam, likuid dan efesien. Kami ingin kejar pasar keuangan Indonesia agar setara di Asia. Kami harap pasar keuangan Indonesia memiliki ketahanan terhadap gejolak ekonomi,” kata Gubernur BI, Agus.

 

Muliaman menambahkan forum ini juga sebagai pengawasan terhadap industri jasa keuangan nasional. “Kerja sama ini tidak hanya membangun alternatif pembiayaan tetapi juga pasar keuangan yang terkontrol,” kata Muliaman.


Reporter: Januar Rizki

Editor: Dani Hamdani 

Januar
08-04-2016 09:55