Main Menu

BPK Temukan Pemborosan Cost Recovery Hingga Rp 4 Triliun

Januar
12-04-2016 18:58

Ketua BPK Harry Azhar Aziz (GATRA/Eva Agriana/HR02)

cost recovery hingga Rp 4 triliun. Dana tersebut digunakan untuk biaya yang seharusnya tidak ditanggung oleh negara pada tujuh wilayah kerja Kontrak Kerja Sama (KKKS).
 
"Hasil pemeriksaan BPK atas perhitungan bagi hasil minyak dan gas pada SKK Migas menunjukkan antara lain terdapat biaya-biaya yang tidak semestinya dibebankan dalam cost recovery," kata Ketua BPK Harry Azhar Aziz saat dijumpai di Gedung DPR/MPR/DPD RI saat menyerahkan indeks hasil pemeriksaan semester (IHPS) dan laporan hasil pemeriksaan (LHP), Selasa (12/4).
 
 
Namun, Harry enggan menjelaskan menjelaskan lokasi tujuh ‎wilayah kerja migas dan KKKS mana saja, "Follow up-nya bukan pada kita. Follow up pada pemerintah, nanti kalau pemerintah sudah tindak lanjuti, dia laporkan kepada kita, ini sudah selesai, ini sudah lalu kita tinggal selesaikan ini," katanya. 
 
 
Audit BPK tersebut dilakukan pada atas perhitungan bagi hasil migas tahun 2014 pada SKK Migas di 7 wilayah kerja yang dilaksanakan oleh 7 KKKS.

Reporter: Januar Rizki
Editor: Dani Hamdani 
 
Januar
12-04-2016 18:58