Main Menu

Setelah Hampir Nembus 14.000, Jumat sore Rupiah Ditutup Rp 13.325

Dani Hamdani
11-11-2016 21:26

Mata uang dolar (Gatra/Ardi Widi Yansah/yus4)

Jakarta, GATRANews - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore bergerak melemah sebesar 194 poin menjadi Rp 13.325, dibandingkan sehari sebelumnya di posisi Rp 13.131 per dolar AS. Nampun pada Kamis malam, rupiah sempat mencapai Rp 13.800 per dolar AS.

 

"Nilai tukar rupiah melanjutkan depresiasi terhadap dolar AS seiring dengan aksi hindar risiko oleh investor terhadap aset di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia," kata pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk, Rully Nova di Jakarta.


Ia menambahkan bahwa pelaku pasar juga cenderung mengalihkan aset-asetnya dari mata uang ke logam mulia atau emas untuk menjaga nilai agar tidak tertekan terlalu dalam.

 
"Investor cenderung menempatkan dananya dalam bentuk emas, emas dinilai sebagai aset yang aman," katanya seperti dilaporkan Antara.
 

(BACA juga: Rupiah Jatuh, Bank Indonesia Intervensi


Di sisi lain, lanjut dia, harga minyak mentah dunia yang masih dalam tekanan turut memberi pengaruh negatif bagi mata uang komoditas. Terpantau, harga minyak mentah jenis WTI Crude pada Jumat (11/11) sore ini berada di posisi 44,29 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude di posisi 45,65 dolar AS per barel.

 
Sementara itu, Kepala Ekonom Samuel Asset Management, Lana Soelistianingsih mengatakan bahwa Bank Indonesia diharapkan segera melakukan intervensi di pasar mata uang dan pasar surat utang.

 
"BI bisa masuk ke obligasi untuk meng-counter potensi asing yang jual," katanya.

 
Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Jumat ini mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah menjadi Rp 13.350 dibandingkan Kamis (10/11) Rp 13.118. 

Editor: Dani Hamdani 

Dani Hamdani
11-11-2016 21:26