Main Menu

Publik Harus Kawal  Visi dan Misi 35 Calon DK OJK

Averos Lubis
25-03-2017 10:16

Jakarta, GATRAnews - Panitia Seleksi pemiiihan calon anggota DK OJK Periode 2017-2022 telah mengumumkan 35 dari 107 kandidat hasil seleksi tahap ke-2. Hasil itu diapresiasi Manager Advokasi FITRA Apung Widadi, karena telah serius mendengar dan mempertimbangkan masukan publik agar konsisten menjaring calon DK OJK yang berintegritas.

 

"Upaya tersebut telah tercermin dengan kandasnya calon DK OJK yang berkategori 'jobseeker' atau bahkan politikus ,” ujar Apung dalam keterangan pers yang diterima GATRAnews hari ini, Sabtu (25/2).

 

Hal senada diungkap Ekonom INDEF, Abra P.G Talattov. Menurutnya, proses seleksi DK OJK tahap ke-2 telah memenuhi aspek proporsionalitas tergambar dari sebaran background 35 kandidat DK OJK, yakni 15 calon merupakan regulator (OJK 8, BI 6, LPS 1). 

 

Sedangkan untuk praktisi 11 orang, PNS 6 orang, dan Akademisi 3 orang. "Selanjutnya dari 35 calon tersebut, hanya 4 orang perempuan saja yang akan memperebutkan kursi pimpinan OJK," ucapnya.


Dia juga menyoroti gugurnya 5 calon petahana OJK dan hanya tersisa 2 incumbent. Hal ini merupakan sinyal dari Pansel OJK bahwa penyegaran dalam tubuh DK OJK memang sudah sangat diperlukan. 

Dia melanjutkan  apalagi dengan memandang berbagai tantangan OJK yang semakin berat ke depannya.  Selain itu, Pansel OJK juga harus tetap berhati-hati dalam menyeleksi calon DK OJK dari unsur praktisi. Hal ini sangat penting agar jangan sampai nantinya DK OJK disusupi oleh oknum yang membawa kepentingan korporasi. 

 

"Sehingga berpotensi menimbulkan moral hazard dan merugikan kepentingan industri keuangan dan perbankan secara luas," tuturnya.


Abra berpesan dalam proses seleksi tahap berikutnya, publik harus terus dilibatkan. Pansel OJK sebaiknya mempublikasikan makalah yang telah dibuat oleh 35 calon. Menurutnya supaya  publik dapat mempelajari dan menilai visi, misi serta kemampuan para kandidat memahami berbagai tantangan yang dihadapi oleh OJK. 



Selain itu, Pansel OJK juga nantinya harus membuka proses tes dan wawancara calon DK OJK agar publik dan pasar bisa mengetahui kapasitas para calon. Menurut Abra, sudah saatnya seluruh tahapan seleksi DK OJK dilakukan secara transparan. 

 

"Publik berharap agar nama-nama yang lolos ke meja Presiden Jokowi merupakan kandidat yang memiliki integritas dan kapabilitas yang mumpuni,"  ujarnya.


Reporter : Averos Lubis
Editor: Dani Hamdani 

Averos Lubis
25-03-2017 10:16