Main Menu

BEI Akui Punya Sistem Berlapis Tangkal Virus Ransomware

didi
15-05-2017 13:49

Bursa Efek Indonesia (GATRA/Agriana Ali/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menyatakan, bursa memiliki sistem yag berlapis sehingga bisa menghadang berbagai virus yang ada, termasuk virus Ransomware. Meski begitu pihaknya tetap akan waspada terhadap ancaman virus tersebut. "Setiap transaksi per broker diperiksa detail selalu. Berlapis keamanannya. Walaupun saya sih juga deg-degan," kata Tito, di Jakarta, Senin (15/5).

Menurut Tito, BEI setiap pagi sebelum pembukaan perdagangan, atau tepatnya pada pukul 07.00 WIB, selalu melakukan pengecekan rutin. Dengan begitu, semua yang berkaitan perusakan perdagangan saham tidak akan terjadi.

Sebagaimana diberitakan baru-baru ini, virus Ransomware sudah menghentikan aktivitas pabrik mobil, rumah sakit, sekolah, dan organisasi lainnya yang ada di sekitar 100 negara. Bursa pun tidak menggunakan sistem windows yang memudahkan virus Ransomware tersebut masuk dalam sistem.

Tito menyatakan tidak perlu meningkatkan ketahanan sistem. Sebab, sistem keamanan di bursa sudah melebihi batas maksimum sistem ketahanan yang ada.

"Karena maksimum tambah 2% pengamanan. Ini maksimum nih, kami selalu tambah kok, kayak pesawat saja. Pesawat itu kekuatan sayap akan 10 kg, dia tambah jadi 12 kg. Itu sudah otomatis. Ada atau tidak ada," tegas Tito.

Bursa juga sudah menggunakan JATS sebagai operasional sistem sebagaimana yang digunakan oleh NASDAQ. "Kami kan surveillance sama trading-nya dibantu Nasdaq, dia is the best in the world. Dia punya 88 stock exchange di bawah dia," pungkas Tito.

Sejumlah instansi penting di beberapa negara, termasuk Indonesia, terkena serangan ransomware masif kemarin, Jumat 13 Mei 2017. Salah satu penyebab mudah tersebarnya malware ini adalah mayoritas komputer tersebut masih menggunakan Windows XP, yang sudah tidak mendapat dukungan dari Microsoft. Menanggapi serangan tersebut, Microsoft langsung mengeluarkan update darurat untuk Windows XP.

Ini merupakan langkah yang tidak biasa dari Microsoft, mengingat mereka biasanya tidak akan memberikan perlindungan tambahan terhadap sistem operasi mereka yang sudah ketinggalan zaman. Kenyataannya, masih sangat banyak pengguna yang komputernya menjalankan Windows XP, baik itu konsumen perorangan maupun korporasi.

Khusus untuk korporasi, mereka memiliki perjanjian tertentu terakit dukungan pemeliharaan sistem atau keamanan sesuai kebutuhan, sementara konsumen biasa tetap diminta untuk mengadopsi OS yang lebih baru. Pembaruan keamanan darurat ini akan menyasar pengguna Windows XP, Windows 8, dan Windows Server 2003.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
15-05-2017 13:49