Main Menu

IBest Kembali Beroperasi

Edward Luhukay
26-05-2017 11:10

Ilustrasi OJK (GATRA/Rifki M Irsyad)

Jakarta, GATRAnews - Setelah sempat ditutup oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), akhirnya PT Intrabest Trans Royalindo (IBest) akhirnya melengkapi izin usahanya. IBest juga mengumumkan secara resmi area operasional perusahaan serta sejumlah kantor cabang yang dimiliknya di berbagai provinsi, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, serta sejumlah kawasan di Indonesia Timur dan Pulau Sumatera. Sebelumnya



"Sempat ditutup lalu dibina oleh OJK, perusahaan IBis atau IBest telah melengkapi izin usahanya berupa Tanda Daftar Perusahaan Nomor 10.27.1.77.06135 dan Surat Izin Usaha Perdagangan Menengah Nomor 0096/10-27/PM/IV/2017," demikian keterangan pers IBest yang diterima GATRAnews, Jum`at (26/5).

Sebelumnya, OJK memasukkan perusahaan milik Pablo Putera Benua ini ke dalam daftar perusahaan investasi yang berpotensi merugikan khalayak. Kini, IBest telah mendapatkan pengesahan pendirian badan hukum perseroan terbatas melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0004863.AH.01.01.Tahun 2017.

"Secara resmi kami mengumumkan bahwa kantor pusat PT Intrabest Trans Royalindo saat ini beroperasional di Kota Depok dan hanya memiliki cabang-cabang resmi di Jawa Tengah, Jawa Timur, Indonesia Timur, Sumatera, Jawa Barat, dan Banten," jelas CEO PT Intrabest Trans Royalindo M Iksan.

Rincian kantor-kantor cabang pengoperasian IBest, yakni cabang Jawa Tengah yang menaungi regional Semarang, Solo, Jepara, Kendal, dan sekitarnya, lalu cabang Jawa Timur (regional Surabaya, Blitar, dan sekitarnya), cabang Indonesia Timur (regional Flores, area Bima, Bali, Lombok, dan sekitarnya), cabang Sumatera (menaungi regional Palembang/Baturaja, area Oku Timur, Bengkulu, dan sekitarnya), serta cabang Jawa Barat dan Banten (regional Bandung, Tangerang, dan sekitarnya).

"Cabang-cabang yang tidak ada dalam pengumuman resmi kami, untuk sementara kami non-aktifkan hingga pemberitahuan secara resmi dari kami. Jika ditemukan cabang-cabang di luar pemberitahuan resmi, kami harapkan dilaporkan ke manajemen kami atau ke OJK," demikian M Iksan.




Editor: Edward Luhukay

Edward Luhukay
26-05-2017 11:10