Main Menu

Jika Gagal, Calon Ketua OJK Masih Berpeluang Jadi Komisioner

Hendry Roris P. Sianturi
01-06-2017 13:46

Jakarta, GATRAnews – Calon Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Wimboh Santoso dan Sigit Pramono lebih berpeluang besar menjadi Anggota Dewan Komisioner (ADK) dibandingkan 12 calon lainnya. Pasalnya, meskipun kalah menduduki kursi ketua, calon masih berkesempatan menjadi Anggota Dewan Komisioner (ADK) di enam bidang lainnya.

 

Ketua Panitia Seleksi Anggota Dewan Komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sri Mulyani Indrawati mengatakan, UU No. 21 Tahun 2011 tentang OJK Pasal 12 ayat (3) mengatur calon ADK yang tidak terpilih menjadi Ketua, dapat diikutsertakan untuk dipilih sebagai ADK oleh DPR RI.

 

“Itu secara eksplisit untuk calon ketua saja yang bisa dilakukan seperti itu. Oleh karena itu, kualifikasi posisi ketua dalam proses seleksi dari awal sampai akhir, pertanyaannya jauh lebih banyak. Menyangkut kemampuan seseorang untuk bisa (memimpin) seluruh OJK,” katanya kepada GATRAnews di Gedung DPR RI, (31/05).

 

Menteri Keuangan RI tersebut mengatakan, calon ketua yang kalah akan diikutsertakan dalam kategori lain seperti, wakil ketua, pengawasan perbankan, pasar modal, non-bank, audit dan bidang edukasi.

 

Dalam waktu dekat, Sri Mulyani akan menyampaikan surat tertulis kepada DPR tentang alternatif bidang yang dapat diikuti oleh calon ketua yang kalah, kepada Anggota Komisi XI DPR RI. “Nanti kita sampaikan secara tertulis kepada Dewan,” katanya.

 

Anggota Pansel lainnya, Anthonius Tony Prasetiantono mengatakan, calon ketua yang gagal berpeluang menduduki posisi komisioner lain. Syaratnya, kompetensi dan rekam jejak karir yang relevan. “Bisa ke semua bidang, cocoknya ke mana,” katanya.

 

Jika kalah, Wimboh atau Sigit akan ikut bersaing di bidang lain secara otomatis. Sehingga jumlah kandidat komisioner di bidang yang dipilih calon ketua gagal, menjadi tiga orang.

 

“Misalnya Pak Wimboh dan Pak Sigit. Kalau yang menang Pak Wimboh, Pak Sigit kan bisa ikut seleksi komisioner bagian pengawasan perbankan,” ujar Guru Besar Universitas Gajah Mada (UGM) itu.

 

Tony sempat menganjurkan, agar calon ketua gagal, lebih baik memilih untuk ikut di posisi wakil ketua. Tony menilai, Sigit dan Wimboh layak mengisi kursi ketua dan wakil ketua OJK karena keduanya dapat saling melengkapi.

 

“Jujur saja, menurut saya, yang dua ini cocok menjadi ketua dan wakil karena saling melengkapi. Pak Sigit dari indsutri, Pak Wimboh regulator. Kelebihan Pak Sigit pernah jadi CEO, Pak Wimboh pernah di Amerika Serikat,” ungkapnya.


Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: Dani Hamdani 

Hendry Roris P. Sianturi
01-06-2017 13:46