Main Menu

Beda Pilihan Wimboh dan Sigit Jika Gagal Jadi Ketua OJK

Hendry Roris P. Sianturi
06-06-2017 10:41

Calon Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dan Sigit Pramono (Antara/M Agung Rajasa/AK9)

Jakarta, GATRAnews – Undang-undang No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pasal 12 ayat (3) menyebutkan, calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) yang tidak terpilih menjadi Ketua OJK, dapat diikutsertakan untuk dipilih sebagai ADK oleh DPR RI. Lalu bidang mana yang akan dipilih calon Ketua, Wimboh Santoso dan Sigit Pramono jika gagal jadi Ketua OJK?

 

Dalam Fit and Proper Test (Uji Kepatutan) yang diselenggarakan Komisi XI DPR RI, Wimboh Santoso memilih tidak menjadi ADK jika gagal menjadi ketua OJK. “Saya bilang tidak. Mohon maaf, mungkin saya bisa bekerja optimal di luar OJK,” katanya di Gedung DPR, (05/06).

 

Komisaris Utama Bank Mandiri tersebut ingin fokus bekerja menjadi profesional di luar OJK. “Saya (memilih) ketua. Kalau nggak ketua yah sudahlah. Alasannya, supaya lebih optimal dalam mengaktualisasikan diri sebagai seorang profesional,” ujarnya.

 

Salah satu anggota Pansel, Anthonius Tony Prasetiantono sempat mengatakan bahwa Wimboh dan Sigit adalah pasangan ideal sebagai Dewan Komisioner OJK. Menanggapi itu, Wimboh lebih memilih tidak bekerja bersama Sigit di OJK.

 

“Kalau berdua ngapain. Lebih baik satu di luar. Kan tentunya kita nggak berkurang, bagaimana kita mengabdi untuk negara ini. Saya dan Pak Sigit ini kan hampir satu umur. Saya rasa sayang kalau berdua ada di dalam. Satu di luar,” kata mantan Direktur Eksekutif IMF itu.

 

Sementara, calon Ketua OJK lainnya, Sigit Pramono memilih dua pilihan posisi sejak awal mendaftar ke panitia seleksi. “Ketika saya mendaftar untuk menjadi Dewan Komisioner OJK, saya mendaftar sesuai dengan yang dibolehkan mendaftar dua pilihan,” kata Komisaris Bank BCA ini.

 

Pilihan pertama adalah calon Ketua OJK. Sedangkan pilihan kedua, menjadi Anggota Dewan Komisioner OJK merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan. “Kedua sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan. Jadi selama dua itu, bagi saya tidak ada masalah,” katanya.

 

Menurut Sigit, posisi calon ketua OJK lebih memungkinkan bagi dirinya untuk mentransformasi tugas dan wewenang OJK dibanding sebagai Pengawas Perbankan. “Tapi kembali lagi kepada keputusan DPR,” ujarnya.


Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: Dani Hamdani 

Hendry Roris P. Sianturi
06-06-2017 10:41