Main Menu

Jasindo Prediksi 1 Juta Hektar Sawah Diasuransikan di 2017

Abdul Rozak
07-06-2017 22:13

Asuransi Jasindo (bumn.go.id/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Petani yang mengasuransikan lahan sawah miliknya terus bertambah. Diperkirakan hingga akhir tahun 2017, sawah yang telah diasuransikan mencapai 1 juta hektar.


Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mencatat dalam dua tahun terakhir jumlah petani yang mengasuransikan sawahnya terus meningkat. Tahun 2015-2016 ada 660 ribu hektar.

"Banyak petani makin sadar resiko tinggi. Ada hama tikus, wereng, dan penyakit lain. Belum lagi faktor alam seperti banjir dan kekeringan," kata Ika Dwinita Sofa, Kepala Urusan Usaha Pertanian Asuransi Jasindo di Jakarta, Rabu (7/6).

Ika menambahkan pada tahun 2016, Jasindo telah membayar klaim petani sebesar Rp 71 milyar. Sebanyak 70% di antaranya diberikan kepada petani di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang mengalami puso terkena banjir Bengawan Solo.

Peserta asuransi pertanian yang baru ini tidak pernah merasakan manfaat asuransi. Sementara yang panennya normal menolak kembali ikut asuransi.

"75% peserta asuransi pertanian justru petani penggarap. Bukan pemilik lahan. Mungkin karena pengambilan keputusan soal asuransi tidak bisa cepat," ungkap Corporate Secretary Jasindo Yuko Gunawan.

Biaya premi asuransi relatif terjangkau. Per hektar sawah sebesar Rp 180 ribu. Namun mendapat subsidi pemerintah 70% sehingga cukup mengeluarkan Rp 36 ribu. Sementara nilai pertanggungan Rp 6 juta per hektar jika mengalami gagal panen 70%.

Selain produk asuransi usaha tani padi, Jasindo meluncurkan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS). Jumlah sapi yang ter-cover asuransi sebanyak 57.175 ekor.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo

Abdul Rozak
07-06-2017 22:13