Main Menu

Bahana Sekuritas: IHSG Bisa Tembus 6.300 Tak Lama Lagi

didi
06-07-2017 08:04

Indeks Harga Saham Gabungan (ANTARA/Rosa Panggabean/HR02)

 

ng>Jakarta, GATRAnews - Riset Bahana Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia dalam beberapa waktu ke depan akan menembus level 6.300 poin dari saat ini di kisaran 5.860 poin.

 

"Hal itu sejalan dengan berbagai faktor positif, seperti pengumuman dua lembaga pemeringkat internasional Standard and Poors dan Moodys yang menaikkan rating Indonesia ke level "investment grade" dan outlook dari stabil menjadi positif," kata Kepala Strategis dan Riset Bahana Sekuritas Harry Su seperti dilaporkan Antara, Rabu (5/7).

 

Sentimen positif diperkirakan akan terus mewarnai pasar saham Indonesia. Meski angka inflasi melebihi perkiraan pasar, menurut dia, tidak mengurangi optimisme investor.

 

Menurut Harry, kunjungan Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia ke Bursa Efek Indonesia pada hari Selasa (4/7) juga menjadi faktor penggerak sentimen positif. Dalam hal ini, perusahaan-perusahaan Indonesia diarahkan untuk mencatatkan saham di bursa saham.

 

Faktor lainnya adalah Bank Indonesia menilai pertumbuhan ekonomi pada kuartal dua tahun ini bakal lebih baik daripada pencapaian kuartal pertama yang tumbuh 5,01% meskipun belanja pemerintah diperkirakan belum optimal karena adanya libur Lebaran dan konsumsi masyarakat yang dipengaruhi oleh biaya keperluan anak sekolah pada bulan Juli ini.

 

Pemerintah pun merevisi target pertumbuhan gross domestik produk (GDP) menjadi 5,2% dari perkiraan sebelumnya sebesar 5,1% untuk sepanjang 2017.

 

Sementara itu, PT Bahana Sekuritas masih meyakini GDP akan tumbuh 5,3% pada tahun ini. Hal ini didukung oleh konsumsi masyarakat, investasi, ekspor, dan meningkatnya belanja pemerintah pada kuartal III dan IV.

 

"Bahana menilai dengan perbaikan infrastruktur dan didukung oleh program pemerintah mengendalikan harga bahan makanan akan mampu menjaga stabilitas inflasi yang diperkiraan sepanjang 2017 akan berada pada kisaran 4,4%," kata Harry.


Reporter: Didi Kurniawan

editor: Dani Hamdani

didi
06-07-2017 08:04