Main Menu

Garap Proyek Kereta Bandara, KAI Terbitkan Obligasi Rp 2 Trilyun

didi
19-10-2017 15:49

Kereta Bandara Soekarno Hatta (GATRA/Erry Sudiyanto/HR02)

Jakarta, gatracom - PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana melakukan penawaran umum Obligasi I Tahun 2017 sebanyak-banyaknya Rp 2 trilyun yang terbagi menjadi dua seri dengan tingkat kupon yang ditawarkan berkisar 7,25%-8,35%. Pada penerbitan obligasi ini, bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas. Obligasi ini mendapat peringkat AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). 

Menurut Direktur Utama Bahana Sekuritas, Feb Sumandar, KAI menerbitkan obligasi dalam dua seri. "Indikasi kupon obligasi Seri A bertenor lima tahun sekitar 7,25%-8%, sedangkan Seri B bertenor tujuh tahun sekitar 7,5%-8,35%," katanya di Jakarta, Kamis (19/10). 

Feb menyebutkan, perolehan peringkat dari Pefindo tersebut ditopang oleh pengalaman, arus kas yang kuat dan profil pengelolaan keuangan KAI yang baik. "Kami optimistis penawaran umum ini akan sukses terserap pasar," imbuh Feb.

Sementara itu, Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro mengatakan,sebesar 55% dari dana obligasi akan digunakan untuk penyelesaian proyek Bandara Soekarno Hatta, sedangkan sisanya untuk pengadaan kereta.

Edi mengatakan, masa penawaran awal selama 19 Oktober-2 November 2017 ini diharapkan bisa berlanjut pada tahapan mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangaan (OJK) pada 13 November 2013.

Sehingga, proses penawaran umum bisa dilaksanakan pada 14-16 November 2017, penjatahan pada 17 November, pembayaran dari investor 20 November dan perkiraan tanggal distribusi obligasi pada 21 November 2017. "Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan pada 22 November 2017," ujar Edi. 

Hendro Utomo, Financial Institution Ratings Director Pefindo pernah bilang penerbitan surat utang domestik masih tinggi hingga akhir tahun. Bahkan, Pefindo memperkirakan penerbitan obligasi bisa lebih dari prediksi awal, yakni Rp 120 trilyun. 

Di awal Oktober ini, terdapat dua pencatatan obligasi di BEI, yang pertama pada Senin (9/10) yaitu Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap I Tahun 2017 yang diterbitkan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan nilai nominal sebesar Rp 3 trilyun. Pada Kamis (11/10), Obligasi Berkelanjutan III Federal International Finance dengan Tingkat Bunga Tetap Tahap II Tahun 2017 yang diterbitkan oleh PT Federal International Finance (FIFA) mulai dicatatkan di BEI dengan nilai nominal sebesar Rp 2,65 trilyun. 

Sehingga total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2017 adalah 72 Emisi dari 51 Emiten senilai Rp 110,74 trilyun. Bursa Efek Indonesia (BEI) memproyeksikan penerbitan obligasi hingga akhir tahun bisa menembus Rp130 trilyun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengungkapkan, faktor pendorong penerbitan obligasi adalah suku bunga surat utang negara yang cukup stabil. Selain itu, kinerja emiten-emiten juga cukup baik, lanjutnya, sehingga ada kebutuhan untuk ekspansi. "Ekspektasi investor cukup bagus untuk instrumen yang diterbitkan dan berpotensi terserap cukup bagus," kata Samsul. 

Dia mengungkapkan, emisi surat utang korporasi, bakalan banyak dirilis pada semester II/2017 ini. "Terkendalinya situasi ekonomi dan politik menjadi peluang penerbitan obligasi," kata Samsul.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Nur Hidayat

didi
19-10-2017 15:49