Main Menu

IPO: PT PP Presisi Promosi Potensi Usahanya

didi
20-11-2017 06:48

Ilustrasi (GATRA/Erry Sudiyanto/FT02)

 

- Anak usaha PT PP (Persero) Tbk, PT PP Presisi Tbk, perusahaan konstruksi sipil dan struktur bangunan ini mengklaim memiliki potensi pasar sangat besar di berbagai proyek infrastruktur, mulai dari jalan tol hingga gedung bertingkat. Perseroan juga mempunyai kompetensi dan peralatan yang mendukung pembangunan proyek-proyek tersebut, antara lain sekitar 1.500 unit armada alat berat dan 8 pabrik ready mix.

 

"Potensi pasar PP Presisi sangat besar. Dari proyek infrastruktur, antara lain jalan tol, pelabuhan laut, rel kereta, bandara, bendungan, jembatan, irigasi sampai gedung bertingkat akan dikerjakan oleh perusahaan," kata Benny Pidakso, Direktur Keuangan PP Presisi, di Jakarta, Senin (20/11).

 

PP Presisi telah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana saham (Initial Public Offering/IPO) pada 16 November 2017. Saham Perseroan yang bernominal Rp100 per unit itu akan dicatatkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 November 2017. PP Presisi berencana melepas 2,35 miliar lembar saham atau sekitar 23% sahamnya ke publik. PP Presisi mematok harga Rp430 per saham. Dengan begitu, dana yang akan dikantongi PP Presisi akan mencapai Rp1,01 triliun. 

 

Per Juli 2017, pendapatan PP Presisi tercatat Rp441,050 milyar, meningkat 153,6% dari Rp173,916 milyar per Juli 2016. Dari pendapatan sebesar itu, PP Presisi membukukan laba Rp45,53 milyar (Rp0,24 per saham) per Juli 2017, naik 189,6% dari Rp15,72 milyar (Rp0,15 per saham) per Juli 2016.

  

Adapun kontrak-kontrak PP Presisi antara lain berasal dari pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan swasta. Sebagai gambaran, proyek infrastruktur dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 yang berpotensi digarap mencakup 856 km jalan, 25 km jalan tol, rel kereta sepanjang 639 km, bandara di 15 lokasi, 47 unit bendungan, dan gedung bertingkat publik sebanyak 7.062 unit.

 

Nilai proyek pembangunan jalan tol diperkirakan sebesar Rp125 milyar per km. Pekerjaan sipil untuk pembangunan jalan mencapai 40% sedangkan pekerjaan beton dan aspal sekitar 40% dengan nilai masing-masing Rp50 milyar. Untuk pembangunan 25 km jalan tol, nilai pasar pekerjaan sipil mencapai Rp1,25 trilyun sedangkan pekerjaan beton dan aspal Rp1,25 trilyun.

 

Sementara itu, nilai proyek untuk pembangunan bendungan diestimasi mencapai Rp1 trilyn per bendungan, dengan komposisi pekerjaan sipil 60% dan beton 30%. Hal ini berarti untuk setiap bendungan, nilai pekerjaan sipil mencapai Rp660 miliar dan beton Rp330 milyar. Potensi pasar untuk pekerjaan sipil di proyek bendungan mencapai Rp31 trilyun sedangkan untuk struktur beton sebesar Rp15,5 trilyun.

 

“Seluruh pekerjaan konstruksi infrastruktur membutuhkan jasa pendukung konstruksi berbasis alat berat yang sesuai dengan kompetensi PP Presisi. Fakta tersebut membuat kami pemain terbesar di industri konstruksi berbasis alat berat untuk pekerjaan sipil dan struktur bangunan," ujar Benny.

 

Pekerjaan sipil yang dikerjakan PP Presisi mencakup gali dan urug (cut and fill), soil ripening (pematangan lahan), ready mix concrete, asphalt hotmix, dan rigid pavement. Sementara itu, pekerjaan struktur bangunan meliputi pembangunan fondasi (bore pile), pembuatan struktur bangunan (form work) dengan bekisting (cetakan), dan pengecoran beton ready mix. Perseroan memiliki armada form work seluas 27.000 m2 dan 8 pabrik ready mix.

 

Sejumlah perusahaan konstruksi nasional dan internasional telah menggunakan jasa PP Presisi, seperti PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Hutama Karya (Persero), PT Istaka Karya Persero, PT Nindya Karya (Persero), PT Brantas Abipraya (Persero), PT Acset Indonusa Tbk (ACST), PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL), PT Jagat, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA), PT PP Taisei Indonesia Construction, dan PT Leighton.

 

Jasa Perseroan juga digunakan oleh perusahaan properti, seperti Kota Deltamas dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA). Adapun perusahaan non-konstruksi yang menjadi klien PP Presisi seperti PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS), PT Pertamina EP (Persero), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Pama Persada, Dongfang Electric, Noble Energy, dan HEC China Harbour.


  

 

Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Rosyid

didi
20-11-2017 06:48