Main Menu

BI Optimis Pertumbuhan Kredit Perbankan Capai Dua Digit di 2018

didi
10-12-2017 18:36

Ilustrasi (GATRA/Ardi Widi Yansah/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Bank Indonesia mengaku optimis pertumbuhan kredit perbankan di tahun 2018 akan melebihi realisasi pertumbuhan kredit perbankan di 2017. Faktornya menurut BI, dipicu penurunan suku bunga acuan BI 7-day Reverse Repo Rate.

 

“Bank Indonesia (BI) memproyeksikan angka pertumbuhan kredit perbankan pada tahun 2018 mendatang diangka 10%-12%,” ujar Kepala Grup Departemen Kebijakan Makro Prudensial Bank Indonesia Retno Ponco W. dalam keterangan yang diterima Gatra.com, Minggu (10/12).

 

Hal tersebut disampaikannya saat seminar Indonesia Risk Management Outlook 2018 di Jakarta, beberapa waktu lalu. Retno menjelaskan, walau kredit diprediksi akan meningkat namun pertumbuhan kredit masih saja menemui kendala lantaran kecenderungan kredit bermasalah.

 

Retno menambahkan, salah satu tantangan yang sedang dihadapi perbankan pada saat ini ialah meyakinkan korporasi dan perbankan agar bisa menyelesaikan konsolidasi. Dirinya mengaku terus menunggu konsolidasi perbankan meski secara bertahap.

 

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) mencatat, penyaluran kredit pada bulan Oktober 2017 telah mencapai Rp4.588,5 trilyun atau tumbuh 8,0% (yoy). Peningkatan pertumbuhan kredit perbankan di Oktober 2017 itu didorong oleh pertumbuhan kredit modal kerja dan kredit konsumsi.

 

Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto pernah mengatakan, pertumbuhan kredit perbankan di 2017 tidak seperti yang diharapkan mampu tumbuh dua digit. Bank Indonesia beralasan, salah satu penyebabnya yakni perbankan saat ini masih tengah berbenah melakukan konsolidasi untuk menyehatkan rasio kredit bermasalahnya (Non-Peforming Loan/NPL).

 

“Jadi kalau kita lihat kredit tidak tumbuh terlalu cepat, karena kita tahu bahwa sekarang bank sedang konsolidasi. Terlebih, infrastruktur pemerintah juga sepenuhnya belum terpenuhi,” ujar Erwin.

 

Akibatnya, ia pesimis dan memperkirakan pertumbuhan kredit sampai dengan akhir tahun akan berada di bawah 10%.

 


 

 

Reporter: Didi Kurniawan

didi
10-12-2017 18:36