Main Menu

Dana Kelolaan ETF Indo Premier Investment Ditargetkan Rp6,5 Trilyun pada 2018

didi
18-12-2017 15:24

Ilustrasi

Jakarta, Gatra.com - Manajemen PT Indo Premier Investment Management (IPIM) menargetkan dana kelolaan untuk produk Exchange Traded Fund (ETF) sebesar Rp6,5 trilyun pada 2018. Angka tersebut lebih tinggi sekitar 44% dari Rp4,5 trilyun prediksi dana kelolaan ETF perseroan hingga akhir tahun 2017.

 

ETF merupakan reksadana bursa berbasis ekuitas dan diperdagangkan di bursa efek. Sebagai instrumen investasi dalam industri reksa dana di Indonesia, ETF diluncurkan pertama kali pada 8 Desember 2007 yakni Premier ETF LQ45 (R-LQ45X).

 

Direktur Utama IPIM, Diah Sofiyanti menuturkan, dari Rp4,5 trilyun dana kelolaan ETF perseroan per 18 Desember 2017, sebesar Rp3,5 trilyn berbasis saham. Adapun sisanya Rp1 trilyun merupakan ETF berbasis obligasi.

 

"Dengan keunggulan menggabungkan manfaat investasi pada reksadana konvesional yang terdiversifikasi secara otomatis dan fleksibilitas tinggi layaknya transaksi saham, ETF menjadi instrumen investasi alternatif penting bagi investor untuk memanfaatkan peluang dalam situasi pasar saham Indonesia yang fluktuatif dengan fundamental yang kuat,” jelas Diah di Jakarta, Senin (18/12).

 

Diah mengatakan, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Oktober 2017, terdapat 14 produk ETF,  12 diantaranya berbasis saham dan 2 ETF berbasis Obligasi. Adapun total dana kelolaan ETF sebesar Rp8,5 trilyun dengan pangsa pasar mencapai 1,98%.

 

Dari 14 produk ETF, kata Diah, sembilan di antaranya dikelola oleh IPIM. Dari jumlah tersebut, delapan ETF berbasis saham dengan kode perdagangan R-LQ45X, XIIT, XISR, XISI, XIIC, XIIF, dan XISC. "IPIM juga telah menerbitkan satu ETF berbasis Surat Utang Negara (SUN) dengan kode perdagangan XISB," kata Diah.

 

Sementara itu, berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per November 2017, total jumlah investor institusi ETF mencapai 121 nasabah. Adapun jumlah investor ritel sebanyak 300 nasabah.

 

 

 

Reporter: Didi Kurniawan

didi
18-12-2017 15:24