Main Menu

LCK Global Kedaton Siap Melantai di BEI

didi
18-12-2017 18:45

Lantai bursa (GATRA/Agriana Ali/AK9)

 

Jakarta, Gatra.com - Perusahaan jasa konstruksi telekomunikasi, PT LCK Global Kedaton Tbk berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 200 juta lembar saham seharga Rp138-Rp218 per saham.

 

Pada IPO ini, perseroan menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. "Jumlah saham baru yang ditawarkan setara dengan 20% dari enlage capital perusahaan," kata Associate Director Mirae, Mukti Wibowo Kamihadi di Jakarta, Senin (18/12).

 

Dia menyebutkan, LCK Global Kedaton akan melepas saham ke publik sebanyak 200 juta saham seharga Rp138-Rp218 per unit. "Dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja sebanyak 97%, sedangkan sisanya untuk pembiayaan riset dan pelatihan," ujar Mukti.

 

Sementara itu, menuut Direktur LCK Global Kedaton, Ruben Partogi, hingga akhir Juni 2017 perseroan mencatatkan kenaikan aset sebesar 199% menjadi Rp94,24 milyar dibandingkan Juni 2016 yang hanya Rp31,57 milyar. "Pada 2014, aset LCK Global Kedaton senilai Rp394,12 juta," tuturnya.

 

Ruben menyebutkan, per Juni 2017 nilai kewajiban perseroan mencapai Rp9,49 milyar, sedangkan ekuitas sebesar Rp84,75 milyar. "Per juni 2017, pendapatan kami mencapai Rp36,64 milyar atau meningkat 381% dibanding akhir 2016. Laba bersih pada Juni 2017 sebesar Rp4,34 milyar," tegas Ruben.

 

Perseroan berharap mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Desember 2017, sehingga masa penawran awal pada 15-27 Desember 2017. Masa penawaran diperkirakan 3-9 Januari 2018, sehingga pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 16 Januari 2018.

 

Perlu diketahui, mayoritas saham perseroan dimiliki PT LCK Investama Prima Indonesia sebesar 64%, sebesar 33% dipegang PT Maju Mekar Makmur. Adapun saham LCK Investama Prima paling besar dipegang PT LCK Indo Holding yang terafiliasi LCK Group asal Malaysia.

 

 

 

Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Rosyid

didi
18-12-2017 18:45