Main Menu

Perbankan Siap Salurkan KUR Rp116 Trilyun Tahun Ini

didi
06-01-2018 17:28

Ilustrasi kredit usaha rakyat (KUR). (Dok.GATRA/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Tahun ini, Industri perbankan yang mendapatkan mandat dari pemerintah untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah menyiapkan dana hingga Rp116 trilyun.  Angka itu mengalami kenaikan 16% dibandingkan penyaluran KUR pada tahun lalu yang mencapai Rp100 trilyun.


Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan, pemerintah sebenarnya menyiapkan plafon untuk penyaluran KUR sebesar Rp120 trilyun. “Apalagi, dengan penurunan suku bunga kredit menjadi 7% yang diberlakukan mulai 1 Januari 2018 ini, membuat pemerintah optimistis plafon yang disediakan untuk KUR akan habis. Selain itu juga, kami ada skema khusus, penyaluran melalui kelompok," ujar Iskandar di Jakarta beberapa waktu lalu.


Penyaluran melalui kelompok dilakukan pembentukan komunitas petani, nelayan atau pedagang.  Ia mencontohkan, misalnya saja dalam satu kelompok terdiri dari 20 anggota dan satu anggota mengajukan kredit KUR sebesar Rp500 juta saja, maka dana yang tersalurkan untuk KUR di dalam kelompok tersebut mencapai Rp10 milyar. “Penyaluran bisa  multisektor, jadi bisa bertani dan berdagang juga," kata Iskandar.

 
Iskandar menjelaskan, nasabah juga bisa mengajukan kredit untuk dua fungsi sekaligus, yakni pertanian dan perdagangan. Dengan demikian, jika tanah yang dimiliki oleh petani kecil, maka bisa kebutuhan lainnya bisa tertutupi dengan berdagang. "Jadi misalnya jumlah dana pinjaman KUR Rp10 juta, maka Rp4 jutanya bisa untuk buka warung," jelas iskandar.

 
Iskandar merinci target tiga bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyalur KUR tahun 2018 ini, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sebesar Rp79,7 trilyun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp14,56 trilyun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sebesar Rp13,4 trilyun. Di luar itu, penyaluran dilakukan oleh lembaga perbankan lainnya. “Dengan jumlah hingga 41 penyalur, targetnya empat juta debitur," terang Iskandar.

Untuk sektornya sendiri, pemerintah menargetkan sektor produksi bisa menyumbang 50% dari total KUR yang disalurkan. Hal ini disebabkan sektor produksi menghasilkan jasa baru sehingga ada dampak langsung yang dirasakan. "Kalau sektor perdagangan yang dijual itu-itu saja," ujarnya.

 



Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Hendri Firzani

 

Reporter: Didi Kurniawan

didi
06-01-2018 17:28