Main Menu

Data BI Tentang Pertumbuhan Signifikan e-Money

Rosyid
09-01-2018 18:15

Uang Elektronik. (ANTARA/Yulius Satria Wijaya/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Pengguna uang elektronik tumbuh signifikan, tercermin dari data volume dan nilai transaksi yang diterbitkan Bank Indonesia.  Data yang dikumpulkan Bank Indonesia hingga November 2017 mencatat, nilai transkasi uang elektronik sepanjang tahun lalu hingga November mencapai Rp 10,42 triliun.

 

Nilai transaksi itu sudah melampaui nilai transaksi periode yang sama tahun tahun 2016 yang tercatat Rp 6,31 triliun. Atau mengalami pertumbuhan hingga 65 persen.

Bisa dipastikan total transaksi 2017 melampaui total transaksi 2016. Karena hingga November 2017 saja, nilai transaksinya sudah lebih besar dari total transaksi 12 bulan sepanjang 2016 yang tercatat Rp 7,06 triliun.

Khusus November 2017, nominal transaksi Rp1,64 triliun atau naik 98 persen (year on year/yoy) dibandingkan November 2016. volume transaksi uang elektronik juga naik 93 persen menjadi 128,51 juta transaksi dari November 2016 yang mencapai 79,22 juta transaksi.

Sedangkan untuk jumlah uang elektronik yang beredar pada November 2017 BI mencatat sebesar 113,72 juta atau meningkat 130 persen dengan periode sama tahun sebelumnya yang sebanyak 49,41 juta seperti dikutip dari Antara, Selasa (9/1).

Terkait dengan semakin tumbuh pesatnya transaksi uang elektronik, Bank Indonesia akan segera menerbitkan revisi atau penyempurnaan Peraturan Bank Indonesia Nomor 16/8/PBI/2014 tanggal 8 April 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/12/PBI/2009 aturan terkait uang elektronik.

Gubernur BI Agus D.W Martowardojo sebelumnya mengatakan pihaknya akan merevisi peraturan uang elektronik yang akan terbit pada awal 2018.

Dalam aturan penyempurnaan itu juga akan dibahas terkait perizinan untuk alat pembayaran "close loop" atau digunakan untuk transaksi internal. Nantinya, uang elektronik "close loop" yang wajib meminta izin akan dilihat dari jumlah pengguna dan nominal transaksinya.

Selain itu, bila alat bayar "close loop" itu berada di holding dan digunakan untuk semua anak usahanya, nantinya pemilik uang elektronik internal itu juga harus mengajukan izin.





Editor: Rosyid

Rosyid
09-01-2018 18:15