Main Menu

PT KML Berencana Melantai di BEI

didi
10-01-2018 17:20

Ilustrasi. (GATRA/Ardi Widi Yansah/AK9)

Jakarta, Gatra.com - Perusahaan pengolah hasil laut, PT Kelola Mina Laut (KML) menyatakan niatnya untuk menjadi perusahaan publik lewat penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Perusahaan berharap, rencana tersebut dapat terealisasi di tahun ini dengan menggunakan buku Desember dalam pelaksanaan IPO.

 

“Makin cepet makin baik. Ya sebetulnya kalau bisa Desember sehinga tahun ini. Tinggal timing-nya. Ya mungkin (semester satu). Kan ada piala dunia, ada puasa, kan gitu. Yang penting 2018. Secepatnya lah,” ujar Presiden Direktur PT Kelola Mina Laut, Mohammad Nadjikh, di Jakarta, Rabu (10/1).

 

Namun, sepertinya perusahaan saat ini masih mencoba untuk menggali lebih dalam bagaimana mekanisme yang harus dilalui untuk menjadi perusahaan terbuka. Pasalnya, KML belum menentukan perusahaan sekuritas mana yang akan menangani IPO perusahaan. Lalu, perusahaan juga belum menentukan seberapa besar saham yang akan ditawarkan ke publik.

 

“Dengan adanya rencana itu ya banyak yang sudah menghubungi kami. Kami kan jual saham itu kan tergantung, seperti mau kawin lah. Harus kenal, kalau nggak kenal nanti ditinggal saya nggak mau juga. Kami juga masih hitung berapa yang akan dilepas,” jelasnya.

 

Nadjikh pun tidak menutup kemungkinan jika nantinya akan ada strategic partner yang akan masuk. Intinya, perusahaan ke depan ingin mengembangkan bisnisnya sehingga bisa menjadi lebih besar. Saat ini menurut Nadjikh KML memiliki asset senilai Rp 1 trilyun lebih. Pendapatan perseroan per tahun pun diklaim mampu tumbuh hingga sebesar 20%. Pada tahun ini pendapatan perusahaan disinyalir akan meningkat lebih dari 20%.

 

Strategic partner itu dimungkinkan. Tinggal itung-itungan aja gimana. Kalau nanti di pasar domestik lagi gak bagus ya kami kombinasi gimana yang bagus lah,” tuturnya.

 

Sementara itu, terkait penggunaan dana IPO pihak KML juga belum merinci alokasinya untuk apa saja. Yang jelas, perusahaan menargetkan dapat memiliki sebanyak 35 kapal di tahun ini. Sekarang ini KML mempunyai 20 kapal yang masih dalam proses perizinan. Artinya, perusahaan bakal menambah 15 kapal GT 30, yang untuk membuatnya memerlukan dana Rp 100 milyar.

 

Saat ini perusahaan memiliki  25 pabrik yang tersebar diseluruh Indonesia. Setiap hari bisa memproduksi 20 ton olahan laut. KML juga memiliki 15 merek dagang yang ada di pasar. Merek-merek dagang yang ada di bawah KML yakni Prima Star, KML, Panorama, Daitsabu, Minaku, Geezy, Foody, Minakita, Starfood International. BKL, Popso, Es Puter dan lain-lain.

 

“KML ini kurang lebih 25 pabrik. Kami ada di seluruh Indonesia. Produknya banyak ada ikan teri kemudian ada tuna, kakap merah, gurita, tenggiri, rajungan, udang, kemudian ada bahan untuk bakso. Kita merupakan industri makanan olahan seafood terbesar lah,” ucapnya. 

 

Produk KML mayoritas atau sekitar 85% untuk pasar ekspor seperti ke Amerika, Eropa, Jepang dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Sementara sisanya sebesar 15% dijual di pasar domestik. “Ekspor paling besar ke Amerika itu 35% dari yang 85% itu, 30% ke Eropa, 25% ke Jepang sisanya ke Asia Tenggara,” tuturnya.


 

Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Rosyid

didi
10-01-2018 17:20