Main Menu

Berikut Skema Baru Penyaluran KUR

Iwan Sutiawan
18-01-2018 10:15

Ilustrasi UMKM. (Antara/Maulana Surya/AK9)

Jakarta, Gatra.com - Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM akan menggunakan dua skema baru penyaluran kredit usaha rakyat untuk tahun 2018. Pertama, kelompok usaha sebagai penerima KUR. Sskema ini memungkinkan adanya sebagian anggota yang merupakan pengusaha pemula dengan menggunakan mekanisme pembayaran kredit berdasarkan sistem tanggung renteng.


"Kedua, skema KUR khusus yang diberikan kepada kelompok yang dikelola secara bersama dalam bentuk kluster dengan menggunakan mitra usaha untuk komoditas perkebunan rakyat, peternakan rakyat, dan perikanan rakyat termasuk pengadaan kapal nelayan," kata Yuana Sutyowati, Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM dalam keterangan tertulis yang diterima Gatra.com, Kamis (18/1).

Selain itu, lanjut Yuana, untuk mendukung percepatan penyaluran KUR di 2018, pihaknya bekerja sama dengan Pemda melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pendampingan kepada UMKM untuk mengakses KUR. Kegiatan sosialisasi KUR 2018 dilaksanakan di 20 provinsi dengan target 1.000 usaha mikro kecil.

"Sedangkan untuk program pendampingan, kami akan merekrut 314 orang tenaga pendamping dengan target sebanyak 15 ribu usaha mikro kecil yang didampingi," ujarnya.

Yuana menambahkan, alokasi KUR 2018 sebesar Rp 120 trilyun, termasuk di dalamnya dialokasikan untuk dua koperasi penyalur KUR yaitu Kospin Jasa (Pekalongan) sebesar Rp 55 milyar dengan jenis KUR Mikro dan KSP Kopdit Obor Mas (NTT) sebesar Rp 150 milyar dengan rincian Rp 100 miliar KUR Mikro dan Rp 50 milyar KUR kecil/khusus. "Tahun ini juga ada penurunan besaran suku bunga KUR dari 9% menjadi 7% efektif per tahun," ujar Yuana.

Sebagai informasi, per Desember 2017, realisasi penyaluran KUR sebesar Rp 96,71 trilyun melalui 40 lembaga keuangan (34 bank dan 4 lembaga keuangan bukan bank, dan dua koperasi) dengan jumlah debitur 4 juta orang lebih. Penyaluran KUR tersebar pada lima sektor usaha yaitu perdagangan (58%), pertanian, perkebunan, dan kehutanan (24%), jasa (11%), industri pengolahan (5,5%), dan perikanan (1,5%).

Di samping itu, Kemenkop dan UKM berkomitmen mendorong KSP untuk dapat menjadi penyalur kredit Ultra Mikro Indonesia (UMI). Tahun ini, koperasi yang telah mengusulkan untuk menjadi penyalur kredit UMI ke Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebanyak 22 koperasi, terdiri dari 9 koperasi pola konvensional dan 13 koperasi pola syariah.

"Untuk mendorong lebih banyak lagi koperasi sebagai penyalur kredit UMI, kami sedang mempersiapkan konsep untuk melakukan perjanjian kerja sama dengan PIP, Kemenkeu, dan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika tentang penyaluran kredit UMI bersama PIP dan Kemenkeu," kata Yuana.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
18-01-2018 10:15