Main Menu

OJK Optimalisasi KUR Rakyat dan Bank Wakaf Mikro

Aulia Putri Pandamsari
18-01-2018 22:39

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso. (GATRA/Didi Kurniawan/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Demi mewujudkan peningkatan akan pemerataan kesejahteraan masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan(OJK) akan mengoptimalisasi pengembangan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

 

Program yang dimaksud adalah KUR Klaster dimana penyaluran kredit akan diiringi dengan pendampingan dan pemasaran produk yang akan dilakukan oleh perusahaan inti, perusahaan BUMN, BUMDes/BUMADes maupun swasta.

Program ini sudah teruji keberhasilannya oleh pihak swasta. Sehingga OJK berharap program ini dapat mempercepat penyaluran KUR.

"Karenanya, kami mohon dukungan Bapak Presiden untuk menetapkan KUR Klaster ini menjadi program Nasional dengan melibatkan pemerintah daerah.” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam pidato di acara “Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan, Kamis (18/1).

Selain itu, OJK juga telah memperluas pembentukan Bank Wakaf Mikro di berbagai  daerah dengan menggunakan platform Lembaga Keuangan Mikro Syariah. Skema pembiayaan yang dilakukan adalah pembiayaan tanpa agunan dengan margin setara 3%.


Upaya untuk mengembangkan usaha mikro dan kecil etrsebut juga dilengkapi dengan sinergi program pemerintah.

Dimana OJK akan memfasilitasi pengembangan berbagai program Pemerintah yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil, seperti Kredit Ultra Mikro (UMi), Program Membina Keluarga Sejahtera (MEKAAR) dan Bansos NonTunai.

“Keseluruhan program kebijakan ini akan kami monitor melalui optimalisasi fungsi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).” tambah Wimboh.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo yang hadir dalam kesempatan yang sama mengemukakan dukungannya akan pengembangan usaha mikro.

Meski un presiden juga berharap, para bankir juga tidak hanya mengumpulkan Dana Pihak Ketiga saja tetapi juga tetap menurunkan kreditnya.

"Pengusaha mikro perlu dibimbing supaya naik menjadi usaha menengah, kemudian besar. Memang butuh banyak tenaga, tetapi itu yang harus kita lakukan dengan OJK menyiapkan lokasi Bank Wakaf Mikro.” kata Jokowi.

Presiden juga mengatakan bahwa  dirinya sudah mengunjungi bank wakaf yang terletak di Cirebon, dalam waktu dekat bank wakaf tersebut akan dibuka di lingkungan pesantren.

Melalui bank wakaf ini, akan disalurkan kredit pada pengusaha di pesantren, dimana mereka sudah punya komunitas bisnis yang sudah berjalan.

"Tidak ada pembebanan bunga, melainkan hanya biaya administrasi sebesar 3%,” terang Jokowi.


Reporter : APP

Editor : Mukhlison

Aulia Putri Pandamsari
18-01-2018 22:39