Main Menu

Borneo Olah Sarana Siap Melantai di BEI

didi
24-01-2018 17:26

Ilustrasi (GATRA/Agriana Ali/FT02)

Jakarta, Gatra.com - PT Borneo Olah Sarana Sukses, Tbk bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia dengan menawarkan harga saham perdananya di kisaran Rp350-600 per saham. Rencana aksi korporasi di pasar modal ini telah memperoleh surat izin publikasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 18 Januari 2018.

 

Perusahaan tambang batubara ini berencana melepas sebesar 400.000.000 lembar saham baru yang merupakan Saham Biasa Atas Nama. Jumlah ini mencerminkan sebesar 28,57% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana Saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Rencananya saham perseroan ini juga akan ditetapkan sebagai Efek Syariah.

 

"Pencapaian ini merupakan suatu milestone yang sangat penting bagi kami karena momen ini akan menjadi fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan usaha kami selanjutnya, di mana sebagian besar dana hasil lPO ini akan digunakan untuk meningkatkan produksi tambang di dua dari empat konsesi yang telah dimiliki Perusahaan," ungkap Johannes Halim, Komisaris Borneo Olah Sarana, di Jakarta, Rabu (24/1).

 

Freddy Tedjasasmita, Direktur Utama Borneo Olah Sarana menambahkan, pertumbuhan produksi sudah sesuai dengan strategi Perseroan karena market utama produk perusahaan lebih dari 60% diekspor ke Jepang dan negara-negara lain yang sudah menggunakan batubara berkualitas pada pembangkit llstrik mereka yang ramah lingkungan selain ke pasar domestik.

 

"Bahkan pada 2016, kami merupakan satu-satunya perusahaan tambang batubara di Indonesia yang memperoleh pendanaan dari pemerintah Jepang melalui Japan Oil, Gas and Metals National Corporation (JOGMEC) untuk melakukan eksplorasi,” jelasnya.

 

Hingga akhir September 2017, perseroan berhasil meraih penjualan sebesar Rp 120,6 milyar dan laba bersih sebesar Rp 20,8 milyar setelah selama 3 tahun terakhir membukukan kerugian yang salah satu pemlcunya adalah harga komoditas batubara yang melemah.

 

"Kami optimis dalam beberapa tahun ke depan, sejalan dengan upaya peningkatan produksi, maka pendapatan usaha dan laba bersih akan kami bisa pertahankan positif di tahun-tahun mendatang," ujar Widodo Nurly, Direktur Keuangan Borneo Olah Sarana.

 

Rencana pernyataan efektif dari OJK diperkirakan pada tanggal 7 Februari 2018. Kemudian, masa penawaran rencananya akan dilakukan pada tanggal 9-13 Februari 2018, dan tanggal penjatahan 15 Februari 2018. Saham ini direncanakan akan mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 21 Februari 2018. Adapun Penjamin Pelaksana Emisi Efek adalah PT Victoria Sekuritas Indonesia.


 

 

Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Rosyid

didi
24-01-2018 17:26